RADARSOLO.COM – Konflik antara Lisa Mariana dan Ridwan Kamil terus bergulir dan kini memasuki babak baru.
Setelah Lisa menggelar konferensi pers terkait klaim memiliki anak dari hasil hubungan dengan Ridwan Kamil, giliran Ayu Aulia angkat bicara.
Dalam konferensi pers yang digelar baru-baru ini, Ayu Aulia membeberkan sejumlah bukti yang ia klaim membantah tudingan Lisa Mariana.
Ayu Aulia Tegas: “Bukan Ridwan Kamil Ayahnya”
Ayu menyatakan bahwa Ridwan Kamil bukan ayah biologis dari anak yang dilahirkan Lisa.
Pernyataan ini didasarkan pada hasil USG milik Lisa saat hamil, yang menunjukkan usia kandungan tidak cocok dengan waktu pertemuan antara Lisa dan RK.
“Saat berhubungan dengan Ridwan Kamil, Lisa sudah hamil empat bulan,” ujar Ayu, sembari menunjukkan dokumen pendukung, dikutip dari Radar Bali.
Ayu menuding Lisa telah memanipulasi fakta agar seolah-olah anak tersebut merupakan hasil hubungan dengan Ridwan Kamil. Menurut Ayu, secara medis hal itu tidak mungkin.
Tak hanya itu, Ayu juga mengungkapkan isi percakapan pribadi antara Lisa dan salah satu temannya melalui Instagram pada tahun 2021.
Dalam chat tersebut, Lisa menyebut bahwa anak yang dikandungnya adalah anak dari pria bernama Irfin.
“Gue hamil anak Irfin,” kutip Ayu saat membacakan pesan tersebut di hadapan awak media.
Bantah Tuduhan Mucikari, Ayu Aulia Tempuh Jalur Hukum
Ayu Aulia juga membantah keras tudingan bahwa dirinya adalah sosok yang memperkenalkan Lisa kepada Ridwan Kamil. Ia menyatakan tak pernah menjembatani pertemuan tersebut.
Tak terima dengan penggiringan opini yang dianggap mencemarkan nama baiknya, Ayu telah melaporkan Lisa Mariana ke pihak kepolisian sejak sepekan lalu atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.
“Saya difitnah seolah-olah menjadi mucikari, padahal saya tidak pernah terlibat dalam urusan mereka,” tegas Ayu.
Dalam kesempatan yang sama, Ayu juga menunjukkan bukti bahwa Lisa adalah pihak yang lebih dulu menghubungi Ridwan Kamil.
Bukti ini diklaim sebagai penyangkalan atas pernyataan Lisa yang sebelumnya menuding RK sebagai pihak yang lebih dulu mengirimkan pesan.
Kasus ini diprediksi akan terus menjadi sorotan publik, terutama dengan semakin banyaknya pihak yang mulai bersuara dan membawa bukti masing-masing ke hadapan media. (dam)
Editor : Damianus Bram