RADARSOLO.COM – Lagi-lagi oknum dokter tersandung masalah asusila.
Kali ini terjadi di Garut. Dalam video yang beredar di media sosial X, nampak seorang dokter laki-laki diduga melakukan pelecehan.
Dalam video berdurasi 53 detik tersebut si dokter melakukan Ultrasonografi (USG) kepada seorang wanita.
Nah sembari menggerakkan alat USG dengan tangan kanannya, si dokter berkemeja batik lengan panjang terlihat meraba bagian sensitif pasien menggunakan tangan kirinya.
Warganet yang kesal menumpahkan hujatannya di kolom komentar.
“Jangankan cm raba raba, yg jelas jelas pemwrkosa saja cm selesai scr damai kekeluargaan. Harusnya dipecat dokter dokter model begini, jangan terbitkan SIP @PBIDI karena moralnya sdh tak ada. Dan tak menjamin kelak tak dilakukan lagi di tempat lain,” cuit akun @bajoelidjo.
“Jahat banget gilaa! Setan,” timpal @Ms_Hutapea
“Ya allah, kelakuan oknum dokter bejad! Dia kira pasiennya ga bakal speak up kali ya karena takut atau sebab lain. Kalau bisa cari dokter kandungan yg perempuan utk menghindari hal2 begini atau mungkin bumil jangan dibiarin cek kandungan sendirian,” beber akun @miwamikomiyu
“Serem banget ya Allah, mana dokter obgyn ku juga cowo. Tapi kalau pas masuk ruangan selalu ditemani suami, dan yang pegang2 perut aku biasanya asisten yg cewe. Dokternya cuma pegang alat USG itu doang sambil baca hasil USG nya di layar,” tulis akun @anoonamu.
Warganet yang geram buru-buru menguliti oknum dokter tersebut.
Disebutkan oknum dokter obgyn tersebut berinisial MSF dan praktik di salah satu klinik swasta di Garut.
Kepala Dinkes Garut Leli Yuliani mengamini terjadinya kasus tersebut.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Solo Kembali Bergulir, Respati Beri Catatan Ini
Perbuatan asusila tersebut diperkirakan terjadi pada 2024. "Kejadiannya bukan di RS milik pemerintah," ungkap Leli kepada wartawan.
Menurut Leli, kejadian tersebut diduga kuat terjadi di sebuah klinik swasta.
MSF pernah bekerja sama dengan Pemkab Garut dan berdinas di RS Malangbong. "Yang bersangkutan bukan orang sini (Garut)," ujar Leli.
Rencananya, Selasa siang ini, pihak Dinkes Garut akan memberikan keterangan resminya.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mengutuk perbuatan MSF karena sama sekali tidak mencerminkan etika seorang dokter, tapi justru seperti penjahat.
"Saya minta aparat kepolisian mengusut serius kasus ini," tegasnya.
"Mereka itu kan disumpah, ada kode etik kedokteran. Tidak mudah menjadi dokter, tapi kalau tindakannya justru asusila ya tentu saja itu bukan cerminan dokter, malah mengkhianati sumpahnya sendiri," beber politisi yang akrab disapa Ninik. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono