RADARSOLO.COM – Patung biawak yang menjadi ikon baru di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Jateng panen sanjungan.
Tidak berlebihan memang, karena patung biawak yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 50 juta itu terlihat mirip dengan aslinya.
Patung biawak yang fenomenal berada di kawasan Jalan Raya Ajibarang-Secang, Wonosobo.
Tak jauh dari patung biawak, terdapat jembatan yang cukup besar.
Jembatan itu dikenal dengan Jembatan Krasak, karena lokasinya berada di Desa Krasak.
Adapula yang menyebutnya sebagai Jembatan Miawak.
“Orang sini kalau menyebut biawak itu miawak,” terang Rejo Arianto, sang maestro pembuat patung biawak kepada radarsolo.com, Kamis (24/4/2025).
Informasi yang diterima Ari, sapaan Rejo Arianto, di masa penjajahan, Jembatan Miawak pernah dibom oleh pasukan Belanda.
Anehnya, meskipun telah di bom pasukan Belanda, Jembatan Miawak tetap utuh. “Itu cerita masa lalu,” kata Ari.
Penamaan Jembatan Miawak, juga tidak asal memberi nama.
Di lokasi setempat merupakan habitat berkembangnya biawak.
“Biawak jadi satwa endemik lokal. Jadi (pembuatan patung biawak) terinspirasi dari situ, sekaligus mengangkat sejarah zaman kolonial,” terang Ari.
Pembuatan ikon patung biawak tak lepas dari usulan karang taruna Desa Krasak dan Kecamatan Selomerto.
Olah Gunawan, ketua karang taruna, usulan pembuatan patung biawak disampaikan ke bupati Wonosobo dan mendapat respons positif.
Bupati Wonosobo lalu memberikan mandat kepada Ari untuk mengeksekusi pembuatan patung biawak. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono