RADARSOLO.COM - Kronologi pembacokan yang menewaskan dua orang di sebuah rumah kos yang berlokasi di Perumahan Griya Anugerah Bangkalan pada Selasa (22/4) akhirnya terjawab.
Bukan tanpa sebab, Pelaku, Abdul Rozak membunuh istri dan selingkuhannya karena kesal seringkali dibohongi
Pria berambut panjang itu mengaku sudah lama mendapat kabar tidak baik tentang istrinya Eka Fatmawati Dewi.
Sebab, isu perselingkuhan istrinya menjadi buah bibir warga di kampung halamannya. Awalnya, Abdul Rozak tidak terlalu merespons kabar itu.
Sebab, dirinya meyakini istrinya tidak demikian. Apalagi sudah menemaninya puluhan tahun.
Tapi, kepercayaannya mulai goyah saat dirinya pulang ke rumahnya Senin (21/4). Dia mendapati istrinya tidak ada di rumah.
Menurut anaknya, ibu mereka berpamitan untuk membeli air ke toko, tapi tidak kunjung pulang.
Akhirnya Rozak memutuskan menelepon istrinya. Saat diangkat, Eka menjawab sudah di rumah.
"Saat saya bilang ada di rumah, dia tiba-tiba mematikan telepon, dari situ saya mulai curiga," ujarnya Rabu (23/4).
Emosi Rozak mulai tidak bisa dikendalikan. Dia mulai percaya terhadap isu yang selama ini didengarnya.
Tanpa berpikir panjang, dia kemudian mencari kontak Agus Arifin, pria yang selama ini diduga memiliki hubungan asmara dengan istrinya.
Saat ditelepon, ternyata yang mengangkat adalah istrinya dan mengaku berada di Surabaya.
Emosi Rozak semakin memuncak, tanpa banyak cerita dia langsung meminjam mobil milik temannya untuk pergi ke Surabaya.
Tapi dia sadar, tidak semudah itu menemukan istrinya di Kota Metropolitan tersebut.
Akhirnya dia mengurungkan niatnya itu dan memilih menunggu di Jembatan Suramadu sisi Madura.
Namun, setelah sepuluh jam menunggu, batang hidung Eka dan Agus Arifin tak kunjung terlihat.
Dia mulai pasrah dan memilih untuk kembali ke rumahnya. Dalam perjalanan, Rozak mengingat dirinya pernah mengantarkan istrinya ke sebuah kosan di Kota Bangkalan sebulan yang lalu.
Dia mengantarkan istrinya untuk mengambil paket di indekos yang berlokasi di Perumahan Griya Anugerah tersebut.
Jarak parkir kendaraan kala itu cukup jauh dari lokasi indekos. Tapi dari kaca spion tampak jelas jika Eka bertransaksi dengan seorang laki-laki.
"Setelah dari sana (rumah indekos) kami cekcok parah dan puncaknya tadi malam itu," sambungnya.
Tanpa istirahat akhirnya Rozak memutuskan untuk kembali mencari istrinya yang sudah semalaman menghilang.
Setelah sampai di lokasi, dia mendapati motor gede seperti ciri-ciri motor yang diceritakan seorang temannya, bahwa motor itu pernah digunakan untuk membonceng istrinya.
Rozak kemudian menghampiri rumah indekos warna merah muda tersebut.
Dia mencoba mencuri dengar pembicaraan kedua orang yang ada di dalam. Dia kemudian mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban.
Ketukan kedua juga tidak ada jawaban, akhirnya dia memutuskan mendobrak pintu dan mendapati istrinya tengah berduaan dengan pria lain.
Amarah tidak lagi bisa dikuasai. Abdul Rozak langsung melayangkan sabetan celurit ke tubuh istrinya.
Sementara Agus Arifin mencoba mencari perlindungan dengan berlari ke kamar mandi. Lalu, pelaku mengejar laki-laki bertato itu ke kamar mandi.
Dia langsung membacok korban berkali-kali menggunakan celurit hingga tewas.
"Saya sempat membacoknya lagi tapi tidak tega, karena ingat anak," ucapnya sambil menangis.(np)
Editor : Nur Pramudito