RADARSOLO.COM - Dokter Tifauzia Tyassuma menjadi satu di antara tiga orang yang dilaporkan ke polisi karena menuding ijazah Jokowi palsu.
Seperti yang diketahui, polemik ijazah sarjana Jokowi belakangan kembali mencuat.
Kini ia kembali menyoroti ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang dinilainya juga palsu.
Dokter Tifa kini dilaporkan oleh organisasi masyarakat Pemuda Patriot Nusantara bersama Relawan Jokowi ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Rabu (23/4/2025).
Sosok Dokter Tifauzia Tyassuma
Dokter Tifauzia Tyassuma dikenal sebagai dokter yang aktif dalam bermain media sosial (medsos).
Dokter Tifa bukan sosok sembarangan. Dia memangku beberapa jabatan penting. Dokter Tifa adalah seorang dokter sekaligus ahli saraf nutrisi asal Jakarta.
Selain itu, dia juga merupakan ahli epidemiologi molekuler dan praktisi makanan kesehatan.
Di sela kesibukannya, Dokter Tifa juga merupakan seorang penulis.
Dia telah menelurkan karya buku berjudul Body Revolution dan Nutrisi Surgawi.
Pendidikan
Berdasarkan akun LinkedIn miliknya, Dokter Tifa adalah lulusan kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM).
Masih di LinkedIn-nya, Tifa mencatumkan bahwa ia mendapat gelar Ph.D. untuk Molecular Epidemiology dari Universitas Indonesia (UI).
Karier
Tifauzia Tyassuma menjabat sebagai Presiden Ahlina Institute, Jakarta sejak tahun 2017.
Sebelum itu, perempuan berhijab ini pernah menjabat sebagai Executive Director di Center for Clinical Epidemiology & Evidence RSCM Jakarta.
Jabatan tersebut diemban Dokter Tifa sejak tahun 2009.
Selain itu, Dokter Tifa juga mengemban jabatan sebagai Sekretaris Jenderal untuk Indonesian Clinical Epidemiology & Evidence-Based Medicine Network sejak tahun 2010.
Tanggapan dr Tifa Dilaporkan ke Polisi karena Tuding Ijazah Jokowi Palsu
Dokter Tifa dilaporkan oleh organisasi masyarakat Pemuda Patriot Nusantara bersama Relawan Jokowi ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Rabu (23/4/2025).
Selain dokter Tifa, ada 3 sosok lagi yang dilaporkan atas kasus yang sama, yakni mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, ahli digital forensik Rismon Sianipar, dan Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Rizal Fadillah.
Laporan terhadap Dokter Tifa cs ini teregister dengan nomor LP/B/978/IV/2025/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Pelapor atas nama Ketua Pemuda Patriot Nusantara, Andi Kurniawan.
Rusdiansyah, selaku kuasa hukum Pemuda Patriot Nusantara, menjelaskan bahwa pasal yang disangkakan terhadap dokter Tifa dan ketiga orang itu yakni 160 KUHP tentang penghasutan mengenai tuduhan ijazah palsu Jokowi.
Ketika membuat laporan ke polisi, Rusdiansyah bersama kliennya membawa sejulah bukti terkait penghasutan yang dilakukan empat orang itu.
Adapun laporan ini dibuat lantaran telah menimbulkan kegaduhan soal ijazah palsu Jokowi.
"Bisa kita lihat sendiri terjadi di civitas Akademika UGM. Di Solo, di sekitar rumah Pak Jokowi juga menimbulkan ketidaktertiban dan meresakan," kata Rusdiansyah di Mapolres Metro Jakarta Pusat
"Nah, kedatangan klien kami hari ini ingin juga negara hadir memberikan kepastian atas kegaduhan ini," jelas Rusdiansyah.
Terkait dengan pelaporan dokter Tifa dkk. ini, Rusdiansyah memastikan bahwa kliennya tidak pernah berkomunikasi dengan kuasa hukum Jokowi maupun Jokowi sendiri.
Laporan dibuat murni karena ada dugaan tindak pidana lantaran sudah membuat kegaduhan di masyarakat maupun sosial media.
"Kami kan lihat dari laporan pasal 160 saja itu delik umum. Sebagai warga negara melihat ada dugaan tindak pidana ya kita laporkan," ujarnya.
Dari penelusuran Tribunnews, dokter Tifa kerap melontarkan kritikan terhadap para tokoh-tokoh di tanah air, salah satunya yakni Jokowi.
Kritikan tersebut kerap ia sampaikan melalui akun X pribadinya yang telah bercentang biru bernama @DokterTifa.
Baru-baru ini, dokter Tifa juga merespons soal dirinya dilaporkan ke polisi.
"Saya dilaporkan? BAGUS! Mau saya tagih janji Jokowi, sesumbarnya hanya mau memperlihatkan IJAZAH ASLI di depan pengadilan!," tulisnya di media sosial.
"Dan saya akan tagih UGM untuk memperlihatkan 34 dokumen yang katanya mereka miliki yang menjadi penguat Jokowi pernah kuliah di UGM! Biar mulai sekarang UGM sibuk bikin 34 dokumen tersebut!" tulisnya, Kamis (24/4/2025).(np)
Editor : Nur Pramudito