Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tembok Roboh di Ponpes Gontor Magelang, Empat Santri Tewas, Kemensos Kirim Bantuan

Damianus Bram • Minggu, 27 April 2025 | 02:22 WIB
Proses evakuasi para santri yang tertimbun runtuhnya tembok penyangga tandon air di Ponpes Gontor Magelang.
Proses evakuasi para santri yang tertimbun runtuhnya tembok penyangga tandon air di Ponpes Gontor Magelang.

RADARSOLO.COM – Musibah tragis menimpa Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor yang berlokasi di Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, pada Jumat (25/4/2025).

Sebuah tembok penyangga tandon air sepanjang 15 meter mendadak roboh dan menimpa puluhan santri yang sedang mengantre mandi menjelang salat Jumat.

Akibat insiden tersebut, sebanyak 25 santri mengalami luka-luka, sementara 4 lainnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat.

Para santri yang sedang berada di lorong sempit di depan kamar mandi tidak sempat menyelamatkan diri saat tembok runtuh.

“Kejadian sangat cepat dan ada beberapa santri yang tidak sempat menyelamatkan diri karena ruang yang sempit berupa lorong. Ada dari mereka yang terhimpit tembok dan tidak mampu bergerak bahkan ada yang langsung meninggal dunia di tempat,” terang Budiono.

Menerima laporan tersebut, Basarnas Kantor SAR Semarang langsung menerjunkan tim gabungan bersama instansi terkait. Evakuasi berlangsung dramatis karena medan yang sempit dan tembok yang masih labil.

Dibantu oleh Indonesia Off-road Federation (IOF), tim mengikat dan menambatkan tembok ke mobil 4x4 untuk mencegah pergerakan saat proses evakuasi.

Setelah berjibaku selama hampir 12 jam, seluruh korban berhasil dievakuasi pada pukul 23.30 WIB. Proses terlama terjadi saat penyelamatan korban terakhir yang memakan waktu hingga 3,5 jam.

Secara keseluruhan, terdapat 29 korban, dimana 20 santri berhasil selamat melalui evakuasi mandiri pihak pesantren, 5 santri berhasil dievakuasi tim SAR dalam kondisi luka sedang hingga berat, dan 4 santri meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kemensos Turun Tangan, Berikan Santunan

Kementerian Sosial (Kemensos) merespons cepat insiden ini. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah dikirim ke lokasi untuk membantu penanganan.

“Bantuan yang telah didistribusikan, yakni kasur 30 lembar, dan selimut 30 lembar,” ujar Saifullah Yusuf dari Jakarta, Sabtu (26/4).

Selain bantuan logistik, tim Kemensos juga tengah melakukan asesmen dan tracing terhadap ahli waris korban meninggal serta korban luka untuk pemberian santunan. Verifikasi masih terus dilakukan di lapangan.

Kemenag Sampaikan Duka Mendalam

Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan para korban dan memperkuat solidaritas serta semangat gotong royong.

“Ini adalah musibah yang tak diharapkan, dan menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengawasan keselamatan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Basnang juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah sigap membantu proses evakuasi, termasuk para ustadz, BPBD, Damkar, kepolisian, tenaga medis, dan relawan. Para korban sempat dievakuasi ke RS Merah Putih dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.

“Pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga rumah bersama. Mari kita jaga bersama keselamatannya, demi generasi masa depan yang tumbuh dalam keamanan, ilmu, dan kasih sayang,” tandasnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#tembok roboh #Tandon Air #santri meninggal dunia #magelang