RADARSOLO.COM – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video adu jotos dua siswi SMP yang viral usai diunggah oleh akun Instagram @palembanginsight.
Video tersebut memperlihatkan aksi kekerasan antara dua remaja perempuan berseragam sekolah yang berkelahi di area perkebunan.
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat kedua siswi saling menarik rambut, memukul, hingga jatuh bangun, tanpa ada satu pun teman mereka yang berusaha melerai.
Kejadian tersebut disebut berlangsung pada Selasa (29/4/2025) di kawasan Jalan Mudiul Kenten Laut, Palembang.
Netizen Geram: Kenapa Tidak Dilerai?
Baca Juga: Peringati Hari Bumi Ke-55, Wabup Karanganyar Sentil Kelestarian Alam Kebun Teh Kemuning Ngargoyoso
Aksi ini pun menuai kecaman dari warganet. Banyak yang menyayangkan sikap para pelajar lainnya yang hanya menonton tanpa mencoba melerai perkelahian.
Berikut beberapa komentar dari netizen:
“Kenapa temennya nggak berusaha melerai,” tulis akun @1234hanizahra.
“Anak SMP zaman sekarang ckck,” komentar akun @dilahusin87.
“Ortu-nya pikir anaknya belajar di sekolah. Ternyata begini kelakuannya. Kasihan orang tuanya,” tulis @sanusiboyy.
“Kasih ring aja, salurkan bakatnya,” ujar akun @caza.covazoka dengan nada sarkastik.
Dinas Pendidikan Palembang Lakukan Penelusuran
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Adrianus Amri, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan pengecekan terkait video yang viral tersebut.
"Setelah kami konfirmasi ke kepala sekolah, dapat dipastikan bahwa siswi dalam video tersebut bukan siswa dari SMP Negeri 41 Palembang," ujar Amri, Rabu (30/4/2025).
Ia menambahkan, saat ini penelusuran asal sekolah kedua siswi masih berlangsung guna memastikan identitas dan tindakan selanjutnya.
“Sekarang masih dicek apakah siswi tersebut berasal dari SMP di Palembang atau bukan,” katanya.
Adrianus Amri juga menyayangkan terjadinya aksi kekerasan tersebut, apalagi pelakunya adalah siswi perempuan yang seharusnya menjunjung nilai-nilai pendidikan dan etika.
“Aksi kekerasan semacam ini tidak seharusnya terjadi. Siswa seharusnya mengedepankan intelektualitas, kreativitas, dan prestasi, bukan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” tegasnya.
Pihak Disdik pun mengimbau kepada semua sekolah untuk meningkatkan pengawasan dan pendidikan karakter agar kejadian serupa tidak terulang. (dam)
Editor : Damianus Bram