RADARSOLO.COM - Keputusan mendadak Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Intiyas Utami mencopot Dekan Fakultas Hukum memicu gelombang protes dari mahasiswa.
Aksi unjuk rasa yang digelar di lingkungan kampus UKSW Salatiga viral di media sosial, menyusul pencopotan tak wajar Dekan Fakultas Hukum oleh rektor.
Demo yang berlangsung awal Mei 2025 ini ramai diperbincangkan usai akun X @xox0xowhite membagikan potret dan tuntutan mahasiswa terhadap pihak rektorat.
"Gaess tolongggg rektor kampus ku ( uksw ) melakukan pencopotan jabatan dekan ku dengan cara yang ga wajar dengan cara kirim surat pencabutan nya di jam 00.00 dini hari dan itu dihari libur," tulis @xox0xowhite.
Mahasiswa Tuntut Rektor Cabut Keputusan Sepihak
Dalam unggahan tersebut, terlihat puluhan mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pimpinan universitas:
1. Mencabut seluruh keputusan Rektor yang berkaitan dengan restrukturisasi struktural pimpinan Fakultas Hukum
2. Mengembalikan struktur awal, struktural pimpinan Fakultas Hukum
3. Menghormati seluruh keputusan Fakultas Hukum yang diambil dalam rapat dinas Fakultas Hukum.
Aksi ini dilakukan setelah beredar informasi bahwa pencopotan dekan dilakukan secara mendadak dan di luar jam kerja normal.
Yang membuat mahasiswa kian geram adalah waktu pengiriman surat pemberhentian.
Surat tersebut disebut-sebut dikirim tepat pukul 00.00 dini hari pada hari libur, sesuatu yang dinilai sangat tidak etis dan tidak profesional.
Dalam unggahan yang sama, turut dibagikan isi surat keputusan pemberhentian, yang disebut hanya berdasar alasan subjektif. Yakni tidak sesuai kinerja dengan sang rektor.
"Isi surat pencabutannya 'karena gak sesuai kinerjanya sama beliau' dan beliau Rektor ini terkenal kalau gak sesuai sama kinerjanya bakalan langsung di cut," ungkapnya.
Unggahan itu pun menjadi viral dan mendapat banyak respons dari netizen.
Banyak yang mengkritisi sikap dan kebijakan Rektor Intiyas Utami, hingga mengungkit soal pengangkatannya sebagai rektor yang dinilai juga penuh keanehan.
"Garis besarnya, rektor memberhentikan sepihak seluruh pejabat struktural di fak. Hukum karena tidak dianggap tidak "satu hati" dengan rektor. Makin ke sini ada isu rektor kontrak politik dengan salatiga 1 pas jaman kampanye sampai isu korupsi di YPTKSW," cuit @widitamap.
"Setelah dilihat lihat ternyata beliau bukan jebolan UKSW, bukan jebolan UKSW kok bisa ya jadi rektor mungkin ini penyebabnya beliau bisa se wenang wenang karna beliau intiyas utami tidak paham nilai nilai yang ada dalam uksw," tulis @xox0xowhite.
"Dari pengangkatan beliau saja sudah ada yg menjanggal sebenarnya wkwkwkw akhirnya meledak juga. Semangat Mahasiswa/i FH UKSW. Doa kami para alumni selalu menyertai kalian semua. Punten ibu rektor jangan rusak citra dan nama baik almamater saya," komen @itsdoyiee. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria