RADARSOLO.COM - Viral mutasi anak Try Sutrisno Letjen Kunto Arief Wibowo yang tak jadi dilakukan oleh Panglima TNI.
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Jenderal TNI (Purn), Luhut Binsar Pandjaitan ikut bersuara soal ada andil Presiden Prabowo Subianto tergur Panglima TNI.
Luhut membantah soal Presiden Prabowo Subianto tegur Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto gegara mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.
Hal ini dikaitkan dengan beberapa purnawirawan TNI yang menuntut delapan poin pernyataan sikap untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Delapan pernyataan sikap itu, dukung Asta Cita Presiden Prabowo kecuali pembangunan IKN hingga usul pergantian Wapres Gibran kepada MPR.
Sejumlah purnawirawan seperti Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Jenderal TNI (Purn) Tyasno Soedarto, Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto, Marsekal TNI (Purn) Hanafie Asnan, dan ada juga Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.
Pasca viral terkait pernyataan sikap itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto keluarkan surat keputusan bernomor Kep/554/IV/2025 yang memutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dari jabatan Pangkogabwilhan I.
Kunto menjadi Staf Khusus KSAD pada 29 April 2025 pasca viral pernyataan delapan poin purnawirawan TNI di atas.
Tetapi, keputusan dibatalkan sehari setelahnya pada 30 April 2025 dan ditetapkan Surat Keputusan (SK) Panglima TNI Nomor Kep/554.a/IV/2025.
Luhut bantah jika keputusan terbaru Panglima TNI bersifat politis dan gegara ditegur Prabowo.
Apalagi, apabila dikaitkan-kaitkan dengan sikap Try Sutrisno ke usulan pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming.
"Nggak ada, saya tahu itu," ungkap Luhut.
"Kita harus fokus bagaimana mendukung pemerintahan dengan baik," sambung Luhut.(np)
Editor : Nur Pramudito