RADARSOLO.COM - Pulau Tikus, sebuah pulau kecil nan eksotis di lepas pantai Bengkulu, mendadak menjadi sorotan nasional setelah insiden tragis tenggelamnya kapal wisata yang mengangkut wisatawan dari pulau tersebut.
Kecelakaan kapal tenggelam itu menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya.
Mengenal Pulau Tikus
Pulau Tikus terletak sekitar 10 kilometer dari pesisir Kota Bengkulu dan dapat dicapai dalam waktu 30 hingga 60 menit menggunakan perahu dari Pantai Jakat, Tapak Paderi, atau Pelabuhan Pulau Baai.
Dengan luas kurang dari 1,5 hektare, pulau ini menawarkan keindahan alam yang memikat, termasuk pasir putih, air laut jernih, dan terumbu karang yang kaya akan kehidupan laut.
Pulau ini menjadi destinasi favorit untuk snorkeling, memancing, dan wisata bahari lainnya.
Wisatawan juga bisa menyewa speedboat atau perahu untuk menjelajahi pulau nan eksotis ini.
Tragedi Kapal Wisata Tenggelam
Pada Minggu (11/5/2025), sebuah kapal wisata bernama KM Tiga Putra mengangkut 104 orang, terdiri dari 98 wisatawan, satu nakhoda, dan lima anak buah kapal (ABK), dari Pulau Tikus menuju Pantai Malabero, Bengkulu.
Sekitar pukul 16.00 WIB, kapal mengalami kerusakan mesin di tengah perjalanan.
Situasi semakin memburuk ketika kapal dihantam ombak besar dan angin kencang, menyebabkan kapal bocor dan akhirnya tenggelam .
Sebanyak tujuh penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden ini.
Jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) di Kota Bengkulu.
Puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan trauma, sementara sebagian besar berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat yang segera memberikan pertolongan .
Pihak berwenang, termasuk Polresta Bengkulu, telah mengamankan nakhoda dan lima ABK untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait insiden tersebut.
Selain itu, akses perjalanan wisata ke Pulau Tikus menggunakan kapal KM Tiga Putra ditutup sementara hingga penyelidikan selesai.
Salah satu penumpang yang selamat, Jidan Dinil Haq, menceritakan detik-detik menegangkan saat kapal mulai kehilangan kendali akibat mesin mati.
"Saat kejadian, kami pulang dari wisata Pulau Tikus. Di tengah laut, mesin kapal tiba-tiba mati, ditambah angin kencang, membuat kapal jadi tergoncang di tengah laut," ujar Jidan.
Tak lama setelah mesin mati, kapal dihantam ombak besar yang datang bertubi-tubi.
Akibat insiden itu, kapal mengalami bocor hingga akhirnya tenggelam. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria