RADARSOLO.COM – Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan secara resmi tidak akan lagi menggunakan istilah “Orde Lama” atau (Orla) dalam buku sejarah nasional terbaru yang tengah disusun ulang.
Langkah ini merupakan bagian dari proyek besar penulisan ulang sejarah Indonesia menjadi 11 jilid.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan, penggunaan istilah Orde Lama selama ini bukan berasal dari pemerintah yang berkuasa sebelum era Orde Baru.
Sebaliknya, justru yang membuat istilah dan memopulerkan adalah Orde Baru, sebagai pembanding terhadap kekuasaan sebelumnya.
"Sebenarnya para sejarawan yang membuat ya. Kalau kita lihat istilah Orde Lama, pemerintahan Orde Lama, tidak pernah menyebut dirinya Orde Lama. Kalau Orde Baru memang menyebut itu adalah Orde Baru," kata Fadli seusai rapat di Komisi X DPR kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2025).
Fadli menyampaikan bahwa keputusan ini bertujuan agar narasi sejarah Indonesia yang baru memiliki pendekatan lebih netral, inklusif, dan menghindari label yang bias atau berkonotasi negatif.
"Perspektif yang kita ingin buat adalah lebih inklusif, lebih netral," ucap dia.
Langkah ini, menurutnya, menjadi bagian penting dalam merombak cara generasi muda memahami sejarah bangsa, tanpa perlu memihak atau mendistorsi peristiwa berdasarkan kepentingan politik masa lalu.
Enam Alasan Sejarah Indonesia Ditulis Ulang
Fadli Zon juga membeberkan alasan mendasar di balik proyek penulisan ulang sejarah nasional dalam 11 jilid buku:
- Menghapus bias kolonial dan membangun narasi Indonesia-sentris.
- Menjawab tantangan zaman modern dengan penyesuaian konteks.
- Membentuk identitas nasional yang lebih kuat dan menyatu.
- Menegaskan otonomi penulisan sejarah yang tidak dipengaruhi rezim.
- Meningkatkan relevansi bagi generasi muda agar lebih tertarik belajar sejarah.
- Mereformasi ulang identitas kebangsaan Indonesia atau reinventing Indonesian identity.
11 Jilid Penulisan Buku Sejarah Indonesia
Adapun jilid-jilid yang terdapat dalam penulisan Buku Sejarah Indonesia itu, yakni:
1. Sejarah Awal Nusantara
2. Nusantara dalam Jaringan Global: India dan Cina
3. Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah
4. Interaksi dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi
5. Respons terhadap Penjajahan
6. Pergerakan Kebangsaan
7. Perang Kemerdekaan Indonesia
8. Masa Bergejolak dan Ancaman Integrasi
9. Orde Baru (1967-1998)
10. Era Reformasi
11. Indeks