RADARSOLO.COM – Sejumlah suporter Persikas Subang bikin emosi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) lantaran tiba-tiba muncul dan melakukan demo di tengah acara "Nganjang Ka Rakyat" di Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Subang, Rabu (28/5/2025) malam.
Mereka menerikkan yel-yel dan membentangkan spanduk "Selamatkan Persikas" di depan Gubernur Jabar.
Insiden panas yang membuat Dedi Mulyadi naik pitam itu rupanya tak lepas dari beredarnya isu mengejutkan soal penjualan klub Persikas Subang klub.
Klub dengan julukan Singa Subang itu dirumorkan akan berpindah tangan dan markas, bahkan berganti nama menjadi Sumsel United di Palembang.
Isu Penjualan Klub
Rumor mengenai penjualan Persikas Subang pertama kali mencuat dan viral di media sosial.
Akun Instagram Berita Liga Indonesia mengunggah foto tim Persikas Subang pada Rabu malam (27/5/2025), disertai caption menyedihkan bagi fans Singa Subang.
"RIP PERSIKAS SUBANG. Satu lagi tim yang kabarnya akan dijual dan berganti nama menjadi Sumsel United. Akan berhomebase di Palembang dan menjadi pesaing Sriwijaya FC. Sungguh disayangkan, padahal Persikas mati-matian bertahan di Liga 2 namun akhirnya dijual juga,” tulis akun itu.
Bernarkah Persikas Akan Dijual?
Persikas Subang, yang bernama panjang Perserikatan Sepak Bola Indonesia Kabupaten Subang kini bermain di Liga 2.
Klub itu promosi di Liga 2 pada musim 2024/2025.
Hebatnya, skuad Singa Subang juga masih tetap bisa mempertahankan posisi di kasta kedua liga Tanah Air pada musim 2025/2026 depan.
Ya, meski sempat diganti, pelatih Gultom berhasil membawa Persikas Subang mencapai performa gemilang.
Menanggapi isu penjualan yang beredar, Ketua Umum Persikas Subang, Ahmad Bukhori memberikan klarifikasi singkat.
"Belum, masih penjajakan kemitraan," ujarnya.
Hal ini mengindikasikan bahwa proses akuisisi memang ada di tahap diskusi, meski belum final.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang juga turut membantah kabar akuisisi final, yang dirumorkan sudah mencapai 95 persen.
"Belum akuisisi. Kalau penjajakan, memang iya," ucap dia.
Lalu, apa yang mendasari isu penjualan ini? Kebutuhan finansial menjadi salah satu faktor krusial.
Kebutuhan Finansial Hadapi Liga 2 2025/2026
Sebelumnya, Pengurus Persikas Subang, Dadang Kurnianudin menyampaikan, untuk mengarungi kompetisi Liga 2 2025/2026 mendatang, manajemen Persikas setidaknya harus mengantongi Rp 13 miliar.
Angka ini meningkat dari kebutuhan musim sebelumnya yang sekitar Rp10 miliar.
"Untuk memenuhi kebutuhan finansial tersebut, manajemen harus berpikir keras untuk mendapatkan dana sebesar itu," kata dia.
Ia juga menyoroti bahwa sponsor yang ditunjuk oleh PT Liga akan melihat prestasi dan kalkulasi bisnis, sehingga kekurangan dana menjadi tantangan besar yang membutuhkan kerja keras seluruh stakeholder Persikas.
Selain itu, mulai musim depan, setiap klub Liga 2 juga diwajibkan memiliki lisensi, yang menuntut profesionalisme lebih tinggi dari manajemen.
Kemarahan Dedi Mulyadi
Di tengah kekhawatiran finansial dan isu penjualan klub, aksi suporter Persikas Subang mencapai puncaknya di acara "Nganjang Ka Rakyat".
Mereka membentangkan spanduk penolakan dan meneriakkan yel-yel "Selamatkan Persikas", yang membuat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi naik pitam.
"Hey, berhenti kamu. Duduk. Ini bukan forum Persikas, ini forum saya. Siapa kamu? Turunkan spanduknya, turunkan," teriak Gubernur Jabar dengan nada tinggi.
Dedi merasa acaranya yang membahas penderitaan rakyat telah diganggu oleh isu yang menurutnya tidak relevan di forum tersebut.
"Enggak mikir kamu, ini bukan forum Persikas, ini forum saya dengan rakyat. Mikir kamu. Punya otak kamu. Ngaku anak muda, ngaku berpendidikan, enggak punya otak. Ini penderitaan rakyat. Urusan Persikas bukan di sini, di lapangan dan bukan urusan saya," ujar Dedi Mulyadi. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria