RADARSOLO.COM-Penyelidikan dugaan korupsi kuota haji khusus menjadi fokus perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sejumlah saksi telah diperiksa. Salah satunya Ustadz Khalid Basalamah.
Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (24/6/2025).
“Benar, yang bersangkutan diperiksa serta dimintai keterangannya terkait dengan perkara haji,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo seperti dikutip dari Antara.
Budi mengatakan, Khalid Basalamah bersikap kooperatif dan menyampaikan informasi penting yang membantu proses penyelidikan.
“Dia menyampaikan informasi dan pengetahuannya sehingga sangat membantu penyelidik,” lanjut Budi.
KPK mendalami pengetahuan Khalid terkait pengelolaan ibadah haji.
Termasuk dugaan penyimpangan dalam alokasi kuota haji khusus.
KPK juga mengimbau semua pihak yang dipanggil agar bersikap kooperatif seperti Khalid Basalamah.
“Supaya penanganan perkara terkait haji ini dapat secara efektif dan bisa segera terang penanganan perkaranya,” ujar Budi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Khalid Basalamah diketahui memiliki biro perjalanan haji dan umrah bernama Uhud Tour.
Sebelumnya, pada 20 Juni 2025, KPK telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan dalam tahap penyelidikan dugaan korupsi kuota haji khusus tahun 2024.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut, kasus serupa tidak hanya terjadi pada tahun 2024, tetapi juga diduga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Pansus Angket Haji DPR RI sebelumnya juga menyoroti sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024.
Salah satu sorotan utama adalah pembagian kuota tambahan dari Arab Saudi sebanyak 20.000, yang kemudian dibagi 50:50 untuk haji reguler dan haji khusus oleh Kementerian Agama. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono