RADARSOLO.COM – Kecerdasan buatan/artifial intelligence (AI) berkembang pesat dan mulai menggantikan sejumlah peran manusia dalam dunia kerja.
Namun, Bill Gates punya pandangan menarik. Ada tiga profesi yang tetap akan relevan dan tak mudah tergeser oleh teknologi pintar ini.
Dalam sebuah perbincangan podcast bersama CEO OpenAI, Sam Altman, pendiri Microsoft itu menyampaikan pandangannya terkait masa depan pekerjaan di tengah era kecerdasan buatan.
Menurutnya, meskipun AI akan mengambil alih banyak tugas, masih ada sektor yang aman dan justru akan tumbuh subur.
1. Energi Terbarukan
Gates menyebut bahwa bidang energi alternatif akan menjadi salah satu sektor dengan prospek tinggi.
Dunia tengah bergerak menuju transisi energi bersih, dan pekerjaan di sektor ini memerlukan inovasi manusia, mulai dari riset, rekayasa hingga implementasi kebijakan.
2. Biosains dan Kesehatan
Karier di bidang biosains dan kesehatan juga dinilai tahan terhadap serangan AI.
Profesi yang berfokus pada penelitian medis, peningkatan kualitas hidup, serta pengembangan obat dan teknologi medis akan terus dibutuhkan.
Gates percaya bahwa sektor ini punya peluang besar untuk membantu manusia hidup lebih lama dan sehat.
“Ini adalah bidang yang akan terus relevan karena berisi kumpulan keterampilan dan layanan yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Gates dalam podcast tersebut.
3. Pengembangan AI Itu Sendiri
Ironis, namun nyata. Di tengah kekhawatiran bahwa AI akan mencuri pekerjaan, justru profesi yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan akan menjadi peluang karier menjanjikan.
Gates menilai bahwa memahami, membentuk, dan mengawasi AI adalah tugas penting di masa depan.
Gates Sebut Dirinya Sendiri Bisa Digantikan AI
Dengan nada bercanda, Gates mengaku bahwa pekerjaannya saat ini pun bisa saja digeser oleh AI.
Ia menggambarkan skenario imajiner ketika mesin berkata padanya.
“Bill, ayo main pickleball. Aku sudah berhasil menghapus malaria. Kamu hanya berpikir lambat.”
Meskipun bercanda, Gates menyampaikan kekagumannya terhadap kemampuan ChatGPT dan model AI serupa yang mampu menganalisis teks kompleks hingga menghasilkan ide-ide kreatif.
Fokus pada Etika dan Keadilan Sosial
Melalui blog pribadinya Gates Notes, Bill Gates terus menyoroti aspek etis dan potensi AI dalam menyelesaikan persoalan besar umat manusia.
Ia optimistis AI bisa memperluas akses pendidikan, kesehatan mental, dan menyempitkan kesenjangan global — asalkan dikelola dengan baik.
“Teknologi ini bisa membantu kita jadi lebih adil, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa AI tidak boleh menambah polarisasi atau konflik, tapi justru harus mendorong kecerdasan dan kedekatan antar manusia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria