RADARSOLO.COM- Ratusan nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) kembali menggelar aksi unjuk rasa di rumah Nicholas Nyoto di Salatiga.
Massa yang datang berasal dari berbagai daerah. Antara lain Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Kendal, Wonosobo, Klaten, dan Boyolali.
Aksi ini merupakan buntut dari penolakan skema pengembalian dana investasi yang ditawarkan pihak koperasi, yaitu melalui sistem token.
“Kami berhasil bertemu dengan Pak Nicho dengan dibantu Aparat Penegak Hukum (APH), dia berjanji akan mengembalikan dana,” ujar juru bicara nasabah Aris Carmadi saat dihubungi radarsolo.com, Kamis (3/7/2025).
Namun janji itu justru membuat para nasabah semakin geram.
“Ini namanya perampokan sistematis. (Token) kalau hanya bisa digunakan sesama anggota dengan pasar yang dibuat sendiri, untuk membelanjakan keluar bagaimana?” tegas Aris.
Menurut Aris, sistem token digital itu hanya berlaku dalam pasar online atau marketplace milik Koperasi Bahana Lintas Nusantara, sehingga korban tidak bisa menggunakan dananya secara bebas.
“Pada intinya kami para nasabah tidak setuju apabila pengembalian dana dilakukan secara online, kami ingin kembali dalam bentuk uang,” lanjutnya.
Sebelumnya, Polres Boyolali telah memanggil 20 saksi untuk dimintai keterangan terkait dugaan investasi bodong.
Langkah selanjutnya, polisi akan berkoordinasi dengan jajaran Polres dan Polresta lain yang juga menerima laporan terkait kasus ini. (fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono