RADARSOLO.COM – Nama Ade Armando, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kembali viral setelah ditunjuk menjadi Komisaris PT PLN Nusantara Power, salah satu anak usaha strategis milik negara.
Berada di parpol yang berkoalisi dengan pemerintahan, Ade Armando memang dikenal vokal dalam mendukung program-program Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Namun, di balik kiprahnya belakangan ini hingga duduki komisaris BUMN, sosok Ade tak lepas dari sejumlah kontroversi tajam yang pernah menyulut polemik nasional.
Berikut daftar lengkap kontroversi Ade Armando yang sempat menjadi sorotan tajam publik dan media:
1. Pernyataan Dinasti Politik Yogyakarta
Pada 2023, Ade sempat membuat geger publik usai menyebut bahwa praktik politik dinasti sejati terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia menyindir para mahasiswa yang menggelar aksi menolak politik dinasti Presiden Jokowi, dengan menyebut bahwa Gubernur DIY justru ditentukan berdasarkan garis keturunan, bukan melalui pemilu.
"Anak-anak BEM ini harus tahu dong kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono X yang menjadi gubernur karena garis keturunan,” ucap Ade lewat video yang diunggah melalui akun X @adearmando61 pada Sabtu, 2 Desember 2023.
Komentarnya tersebut menuai gelombang kritik dari berbagai kalangan, terutama warga Yogyakarta dan budayawan yang merasa tersinggung.
2. Kasus Penistaan Agama
Ade Armando pernah dijadikan tersangka penistaan agama oleh Polda Metro Jaya pada 2017.
Ia dilaporkan karena unggahan di media sosial yang menuai kontroversi di kalangan umat muslim
“Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayatnya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues.”
Unggahan itu memicu polemik, meski Ade mengklaim bahwa tujuannya adalah untuk memperluas pemahaman keberagaman.
Pada 25 Januari 2017, Ade ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya sebagai tersangka UU ITE.
Namun, penyidik menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada 20 Februari 2017.
3. Foto Ulama dengan Atribut Natal
Pada akhir 2017, Ade kembali dilaporkan ke Bareskrim atas unggahan foto yang menampilkan para ulama, termasuk Rizieq Shihab, menggunakan atribut Natal.
Meski ia menyebut bahwa foto tersebut disertai klarifikasi bahwa itu hoaks, banyak pihak menilai unggahan itu bersifat provokatif dan memancing kebencian SARA.
4. Dugaan Penistaan Hadis
Ade juga sempat dilaporkan oleh FPI dan tokoh keagamaan lainnya atas komentarnya soal hadis.
“Hampir pasti isi hadis tidak persis sama dengan apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad,” komennya.
“Yang suci itu Al-Qur’an, hadis mah kagak!” lanjut dia.
Unggahan Ade tersebut dinilai sebagai penistaan agama.
Sebab, komentar Ade itu mengindikasikan bahwa Al Quran dan hadis adalah sumber yang tidak dapat dipercaya.
Namun, lagi-lagi Ade berdalih bahwa ia tidak bermaksud merendahkan, melainkan mengajak berpikir kritis.
5. Komentar soal Azan Tidak Suci
Ade kembali mengundang kontroversi setelah menyatakan bahwa azan bukan sesuatu yang suci, melainkan hanya panggilan shalat.
Ucapan itu muncul sebagai bentuk pembelaan atas puisi kontroversial Sukmawati Soekarnoputri.
“Azan tidak suci, azan itu cuma panggilan salat. Sering tidak merdu. Jadi, biasa-biasa sajalah,” kata dia.
Ucapan ini membuatnya kembali dilaporkan ke polisi. Dia dilaporkan oleh Denny Andriat Kusdayat.
6. Laporkan Prabowo dan Rizieq ke Polisi
Pada 2019, Ade bersama kelompok Masyarakat Peduli Indonesia melaporkan Prabowo Subianto ke Bareskrim atas dugaan menyebarkan berita bohong alias hoaks soal klaim kemenangan Pilpres.
Ia juga melaporkan Rizieq Shihab atas dugaan penghasutan karena melarang Prabowo menemui pihak Jokowi usai pencoblosan.
7. Sebut Organisasi Tarbiyah Mengakar di UI
Ade juga menuai kecaman usai menyebut bahwa organisasi dakwah kampus SALAM UI merupakan perpanjangan dari kelompok Tarbiyah, dan menerima suntikan dana dari kampus.
Ia menuduh adanya pengaruh ideologi yang kuat dan sistematis di dalam universitas.
8. Sebut Anies Baswedan ‘Gubernur Jahat’
Salah satu unggahannya yang mengundang pelaporan ke polisi adalah saat Ade memposting foto mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disunting menyerupai tokoh Joker dengan tulisan "Gubernur Jahat Berawal dari Menteri yang Dipecat".
Unggahan ini membuat Fahira Idris melaporkannya ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran UU ITE.
9. Korban Penganiayaan saat Demo Tolak Jabatan Presiden Jokowi 3 Periode
Pada 11 April 2022, Ade hadir di tengah demonstrasi mahasiswa yang menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.
Ia sempat menyatakan dukungannya atas tuntutan mahasiswa, meski bukan bagian dari peserta aksi.
Namun, usai mahasiswa membubarkan diri, ia malah dikeroyok massa tidak dikenal.
Dalam video yang beredar dan jadi viral, tampak Ade Armando yang dipukul dan ditendang oleh beberapa orang di tengah kerumunan demo.
Dia juga ditelanjangi hingga menyisakan celana dalam.
Ade Armando yang tampak menangis dan kesakitan kemudian dievakuasi petugas kepolisian di tengah kerumunan peserta demo. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria