RADARSOLO.COM - Bahasa Indonesia kembali menyambut kosakata baru. Kata tersebut adalah “palum”, yang kini resmi tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai antonim atau lawan kata dari “haus”.
Arti Kata Palum Menurut KBBI
Dalam entri KBBI terbaru, “palum” didefinisikan "sudah puas minum" atau "hilang rasa haus".
Artinya, kata ini menjadi padanan sempurna untuk menggambarkan lawan dari kondisi “haus”.
Kata "haus" sendiri dalam KBBI didefinisikan sebagai keadaan berasa kering kerongkongan dan ingin minum.
Lantas, dari mana sebenarnya kata palum berasal?
Ternyata, istilah ini bukan sekadar temuan baru, melainkan diangkat dari bahasa daerah Batak Pakpak yang digunakan di wilayah Sumatera Utara.
Asal Usul Palum?
Menurut unggahan resmi dari akun Instagram @badanbahasakemendikbud, "palum" diadopsi dari bahasa Batak Pakpak, yang digunakan di wilayah Sumatera Utara.
"Sahabat Bahasa, kata haus sudah ada lawan katanya, lo!" demikian unggahan Badan Bahasa Kemendikbud.
"Kata ini diambil dari bahasa Batak Pakpak," imbuh mereka.
Dalam Kamus Pakpak–Indonesia karya Tindi Radja Manik (2002), “palum” dijelaskan sebagai kondisi setelah minum yang membuat seseorang tidak lagi haus atau telah terpuaskan dahaganya.
Kata ini telah diusulkan masuk ke KBBI sejak tahun 2024.
Hingga akhirnya resmi diadopsi pada tahun 2025, setelah melalui proses seleksi dan kurasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Contoh Penggunaan Kata Palum dalam Kalimat
Untuk memahami konteks penggunaan palum, berikut beberapa contoh kalimat:
“Setelah dua gelas es teh, akhirnya aku merasa palum.”
“Minumlah air putih sampai kamu benar-benar palum, jangan tunggu dehidrasi.”
“Setelah lari sore, tubuhku butuh cairan sampai benar-benar palum.
Meskipun masih baru dan belum familiar bagi sebagian besar masyarakat, palum berpotensi menjadi bagian dari kosakata sehari-hari.
Hal ini layaknya kata “haus” atau “kenyang” yang sudah kita gunakan sejak lama. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria