RADARSOLO.COM – Setiap 12 Juli, Indonesia merayakan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) sebagai bentuk penghargaan atas peran koperasi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Di tengah peringatan itu, ada tokoh di balik fondasi gerakan koperasi di negeri ini.
Dia adalah Mohammad Hatta, Wakil Presiden (Wapres) ke-1 RI, pendamping Presiden Ir Soekarno.
Moh Hatta dikenal sebagai sosok visioner yang kini dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Mohammad Hatta Sebagai Bapak Koperasi Indonesia
Gelar Bapak Koperasi Indonesia disematkan kepada Mohammad Hatta dalam Kongres Koperasi Indonesia II di Bandung pada 12 Juli 1953.
Gelar itu sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam memperjuangkan koperasi sebagai sistem ekonomi berbasis kebersamaan dan keadilan sosial.
Moh Hatta memandang koperasi bukan sekadar badan usaha, tapi sebagai gerakan sosial yang tumbuh dari akar budaya bangsa, yakni gotong royong dan tolong-menolong.
Prinsip kolektif ini menurutnya sejalan dengan nilai-nilai adat masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi kerja sama.
Ada kutipan terkenal dari Moh Hatta, yang sering disebut sebagai inti pemikiran ekonominya.
“Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong,” demikian kutipan sosok yang juga dikenal dengan julukan Bung Hatta itu.
Pemikiran Moh Hatta
Bagi Bung Hatta, koperasi adalah alternatif ideal antara sistem kapitalisme yang cenderung eksploitatif dan sosialisme yang otoriter.
Ia percaya bahwa melalui koperasi, masyarakat kecil bisa membangun kemandirian ekonomi dan melawan ketimpangan struktur pasar.
Gagasan-gagasan tersebut tidak hanya ia sampaikan dalam pidato di Kongres Koperasi, tapi juga dituangkan dalam tulisan-tulisan penting seperti buku Membangun Koperasi dan Ekonomi Rakyat.
Pemikirannya hingga kini masih dijadikan dasar kebijakan pengembangan koperasi di Indonesia.
Warisan Abadi bagi Ekonomi Kerakyatan
Hingga hari ini, pemikiran Hatta terus menjadi rujukan utama dalam pendidikan koperasi, penyusunan kebijakan, dan pembentukan lembaga koperasi modern.
Ia menanamkan keyakinan bahwa koperasi bisa menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat, membangun kekuatan dari kalangan bawah, dan menciptakan pemerataan kesejahteraan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria