RADARSOLO.COM – Usai muncul di reuni Fakultas Kehutanan UGM, Mulyono teman kuliah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), langsung jadi sorotan publik.
Bukan soal kedekatannya dengan Jokowi, namun munculnya keraguan atas jati diri asli Mulyono.
Bahkan, sempat tersiar isu tak sedap dia adalah calo tiket bus di Terminal Tirtonadi, Solo, dengan nama asli Wakidi.
Kini, Mulyono akhirnya muncul ke hadapan publik.
Didampingi kader PSI Dian Sandi Utama, teman Jokowi utu memberikan klarifikasi tegas dan meluruskan fakta yang beredar.
Dalam video yang diunggah Dian Sandi, disampaikan bantahan keras atas segala tudingan percaloan yang sebelumnya dilontarkan oleh pengacara Muhammad Taufiq dan aktivis media sosial dokter Tifa.
"Sampai Pak Taufiq itu cari ke terminal. Tapi orang terminal bilang tidak pernah melihat orang ini. Fitnah-fitnah saja," ujar Dian Sandi.
Mulyono sendiri mengaku terkejut namanya dikaitkan dengan sebagai calo tiket Terminal Tirtonadi, Solo.
Ia menegaskan, pengalamannya sebatas pernah membeli tiket, bukan menjadi perantara apalagi calo.
Sejak lulus dari Fakultas Kehutanan UGM, Mulyono mengatakan langsung terjun ke lapangan sebagai seorang rimbawan, bekerja selama puluhan tahun di sektor swasta kehutanan.
Dalam pengakuan sebelumnya, Mulyono menyebut jika dirinya lulus tahun 1987 atau lebih lama dari Jokowi yang lulus tahun 1985.
Menurut dia, Jokowi memang lebih pintar dari dirinya selama kuliah. Dengan perolehan nilai Jokowi yang lebih bagus.
"Saya selesai kuliah langsung ke Pulau Mentawai, lalu keliling ke Maluku, Sulawesi, Papua, dan terakhir di Jambi," jelas Mulyono.
Mulyono juga meluruskan tudingan bahwa ia adalah calo bernama Wakidi.
Dia menegaskan bahwa nama aslinya adalah Mulyono.
Identitasnya pun diperkuat oleh sahabat lamanya, Mustoha Iskandar, yang merupakan teman satu kelas Mulyono dan Jokowi di UGM.
"Asli pasti. Kita satu kelas semua. Kita masih hidup semua, kok dibilang settingan," tegas Mustoha. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria