Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Atasi Dampak Kekeringan, Bupati Klaten Kirim Air Bersih untuk 4 Desa di Lereng Merapi

Angga Purenda • Selasa, 5 Agustus 2025 | 00:21 WIB

 

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melepas keberangkatan truk tangki pengangkut air bersih untuk dikirim ke 4 desa di Kecamatan Kemalang, Senin (4/8/2025).
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melepas keberangkatan truk tangki pengangkut air bersih untuk dikirim ke 4 desa di Kecamatan Kemalang, Senin (4/8/2025).

RADARSOLO.COM-Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo merespon cepat permintaan air bersih dari empat desa di lereng Gunung Merapi.

Yakni Desa Sidorejo, Kendalsari, Tlogowatu dan Tegalmulyo di Kecamatan Kemalang yang mengalami krisis air bersih.

Ditindaklanjuti dengan mengirimkan air bersih perdana sebanyak 12 tangki untuk empat desa tersebut.

Bupati Klaten Hamenang didampingi Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto melepas keberangkatan truk tangki yang membawa air bersih ke Kemalang di halaman Pendapa Pemkab Klaten.

Keempat desa itu mengalami kekeringan akibat musim kemarau saat ini. Persediaan air bersih di bak penampungan milik warga mulai menepis.

Maka itu, salah satunya mengharapkan bantuan dropping air bersih dari pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya di beberapa wilayah memang pada musim kemarau mengalami kekeringan. Nah tahun ini kami menyiapkan 1.000 tangki, tapi khusus hari ini kami mengirimkan 12 tangki sesuai dengan ajuan,” ujar Bupati Klaten Hamenang saat ditemui usai melepas keberangkatan truk tangki pengangkut air bersih di halaman Pendapa Pemkab Klaten, Senin (4/8/2025).

Lebih lanjut, Hamenang berharap, melalui dropping air bersih itu menjadikan kebutuhan warga Klaten yang terdampak kekeringan bisa terpenuhi.

Meski begitu, dirinya memastikan siap siaga dalam memenuhi permintaan air bersih bagi daerah lainnya yang terdampak kekeringan pada musim kemarau.

“Untuk upaya kami tidak hanya melalui dropping air bersih ini saja. Tapi juga meningkatkan kerja sama dengan Pemkab Sleman terkait pemanfaatan sumber mata air Bebeng untuk beberapa desa di Klaten. Kemudian di sisi lain, rencana kita juga akan menarik air dari bawah ke atas,” ujar Hamenang.

Terkait penarikan air bersih dari bawah ke daerah atas masih dalam proses kajian. Diharapkan pada tahun depan bisa dieksekusi meski biaya yang diperlukan juga besar.

Baca Juga: Pidato Hari Jadi Ke-221 Klaten, Bupati Hamenang Singgung Percepatan Realisasi Program Strategis dan Kerja Sama dengan China

Terpenting kebutuhan air bersih, khususnya bagi warga Kecamatan Kemalang yang berada di lereng Merapi dapat terpenuhi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten Syahruna menjelaskan bahwa air bersih yang dikirim itu didistribusikan ke bak penampungan umum dan tempat ibadah.

Terkait pemanfaatannya diatur oleh warga setempat.

“Kalau kami menyediakan empat truk dalam melakukan dropping air bersih. Untuk setiap truk tangki bisa membawa 5.000 liter dan bisa melakukan tiga kali pengantaran setiap harinya,” ujar Syahruna.

Lebih lanjut, Syahruna menjelaskan, bahwa puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2025 ini.

Nantinya musim kemarau akan berlangsung hingga September 2025. Berdasarkan perkiraan dari BMKG pada Oktober 2025 sudah mulai turun hujan.

“Ya memang kemarau basah. Nanti di Oktober diprediksikan juga ada hujan. Walaupun kemarin di beberapa tempat juga terjadi gerimis,” ujar Syahruna. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#lereng merapi #Hamenang Wajar Ismoyo #bupati klaten #Air Bersih #dropping