Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cuma Dibuat 3 Bulan, Film Merah Putih One for All Kok Bisa Tayang di Bioskop? Animator Blak-blakan Soal Kenalan 

Syahaamah Fikria • Selasa, 12 Agustus 2025 | 05:09 WIB
Cuplikan trailer film animasi Merah Putih: One for All.
Cuplikan trailer film animasi Merah Putih: One for All.

RADARSOLO.COM - Kritikan tajam terus mengalir jelang penayangan film animasi Merah Putih One for All di bioskop pada 14 Agustus 2025.

Film garapan Perfiki Kreasindo yang ditayangkan untuk merayakan HUT ke-80 RI dihujani beragam kritikan. Mulai dari kualitas visual, alur cerita, judul, tagline hingga anggaran produksi.

Satu lagi yang jadi keheranan publik, mengapa film animasi dengan kualitas jauh di bawah standar itu bisa lolos dan akan tayang di bioskop?

Di tengah pro kontra tersebut, muncul pengakuan atas nama Bintang Takari, yang mengungkap fakta mengejutkan soal film Merah Putih One for All.

Diketahui, Bintang Takari tercantum dalam poster film Merah Putih: One for All.

Dia ditulis sebagai sutradara, skenario dan animator film tersebut.

Akun X bernama @Ando****** membagikan tangkapan layar percakapan dari seseorang bernama Bintang Takari.

"Fakta menarik seputar film Merah Putih One For All dari animator-nya sendiri, Bintang Takari. Dia bilang budget film ini aslinya sekitar Rp 1 juta doang," cuit akun itu, sembari membagikan potongan chat Bintang Takari.

Dalam chat tersebut, sosok bernama Bintang Takari menjelaskan kronologi film Merah Putih One for All bisa tayang di bioskop.

Termasuk proses produksinya yang hanya memakan waktu singkat, 3 bulan saja.

Bintang Takari mengatakan, semua berawal dari dirinya yang berkenalan dengan seseorang yang bergerak di bidang perfilman, tiga bulan sebelumnya.

"Beliau bilang, "Kenapa nggak ada yang bikin film baru untuk momen Kemerdekaan RI ke-80?"," tulis Takari.

Saat itu, dia menjawab jika waktu yang tersisa hanya 3 bulan. Sehingga sulit untuk mengejar deadline bulan Agustus.

"Tapi setelah beliau lihat portofolio di website saya, tanya soal budget dan durasi produksi film yang ada di situ, beliau malah yakin dan terus mendorong saya untuk mencoba," kata dia.

Akhirnya, Takari pun benar-benar memulai produksi film tersebut. Dia mengaku mati-matian mengejar target tayang.

"Tidur saya cuma 2 jam sehari selama 3 bulan!" ucap dia.

Namun, lanjut Takari, hal itu bukan hal besar. Bahkan, dia menyebut hanya pengorbanan kecil.

"Ini sich cuman pengorbanan kecil, gak seberapa dibanding para pejuang kita dulu yang rela mengorbankan nyawa demi merah putih berkibar," beber Takari.

Sebelumnya, Takari pun juga mengakui jika budget produksi film itu sebesar Rp1 juta saja.

Itu pun digunakan untuk mentraktir teman-teman pengisi suara makan di warteg.

Pengakuan Bintang Takari itu pun langsung menuai komentar para netizen.

Mereka mengatakan, semestinya tak perlu memaksakan film bisa tayang di bioskop jika memang waktu produksi tak sesuai dan kualitas produksi buruk.

"Kalo budgetnya kecil dan kualitasnya burik gak usah maksa tayang di bioskop, sadar diri itu perlu," komen @ur_*******.

Sejauh ini, dari Perfiki Kreasindo belum meberikan penjelasan lebih lanjut soal teknis produksi film Merah Putih One for All. (ria)

 

 

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#perfiki kreasindo #Merah Putih One for All #viral #bioskop #film #film animasi #bintang takari #kritik