RADARSOLO.COM - Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta berlangsung khidmat dan meriah.
Setelah pengibaran bendera, acara diisi dengan beragam penampilan seni.
Ada pencak silat, paju jalur, permainan biola, dan sebagainya.
Suasana tambah seru ketika lagu Tabola Bale dinyanyikan.
Seluruh tamu undangan, peserta upacara, ikut berjoget.
Saking serunya, Presiden Prabowo Subianto sampai turun dari panggung utama untuk bergabung bersama tamu undangan di lapangan.
Lagi Tabola Bale adalah perpaduan unik antara musik dan bahasa dialek Timur (Manado) dengan bahasa Minang.
Kombinasi ini berhasil menciptakan melodi dan lirik yang ear-catchy sekaligus kaya makna.
Makna Lagu "Tabola Bale"
Secara keseluruhan, lagu "Tabola Bale" menceritakan tentang perasaan seorang pria yang jatuh hati pada seorang wanita yang ia kenal sejak kecil.
Wanita itu kini tumbuh menjadi sosok yang sangat cantik dan menawan, membuat sang pria tak bisa lagi menahan perasaannya.
Berikut adalah lirik lengkap lagu "Tabola Bale" beserta artinya:
Lirik Lagu Tabola Bale
Kaka tabola-bale lia Ade Nona e
Su makin manyala e, kaka hati susah e
Dulu denai lah suko mancaliak Uda bakawan
Raso-raso ko ado, tapi denai diamkan (hei!)
Lia Ade Nona makin gaga, bikin kaka jadi suka
Dulu Ade rambu kepang dua, sekarang rambu merah-merah
Kaka lia Ade tambah manis, pulang rantau dari mana?
Aduh, Ade Nona, jang talalu pasang gaya depan kaka
Kaka jadi jatoh e
Kaka tabola-bale lia Ade Nona e
Su makin manyala e, kaka hati susah e
Ade bikin kaka mete, tidur malam bola-bale
Sejak kaka lia Ade, aduh, Tuhan, ampun e
Ade lewat lorong depan rumah
Kaka jadi salting sampe mood berubah
Semangat tiba-tiba gara-gara Ade Nona
Ini bidadari Timur siapa yang punya?
Kaka lacak ko pu nama
Barang itu tra pake lama
Langsung tanya di ko pu Mama
Ternyata Ade Nona, ko pu nama Maimuna
Eh, Maimuna, eh, lucunya
Kaka harap bisa satu rumah
Kalau terima sa pu cinta
Kaka janji kita langsung nikah
Ondeh, Uda, janlah baitu bana
Denai ko indaklah nan sarupo itu
Dek hanyo takuik mancaliak Uda
Acok mabuak-mabuakan
Dulu denai lah suko mancaliak Uda bakawan
Raso-raso ko ado, tapi denai diamkan
Ah, wadaw-wadaw, ini anak gaga lai
Su bale Jawa, tambah bening aja lai
Gaya semakin beda, bibir merah-merah
Aduh, Mama, Mama, ini siapa punya anak?
Dulu masih kici, kici, kici (Nona)
Sekarang bale Jawa makin cantik (Nona)
Ko perfect sekali, asli bidadari jatuh dari langit
Kalau jadi deng Ade, kaka stop bamabo to
Su pasti kaka ni Ade pu jodoh
Sumpah ni ja'o sodho, iwa mbodho
Lia Ade Nona makin gaga, bikin kaka jadi suka
Dulu Ade rambu kepang dua, sekarang rambu merah-merah
Kaka lia Ade tambah manis, pulang rantau dari mana?
Aduh, Ade Nona, jang talalu pasang gaya depan kaka
Kaka jadi jatoh e
Kaka tabola-bale lia Ade Nona e
Su makin manyala e, kaka hati susah e
Ade bikin kaka mete, tidur malam bola-bale
Sejak kaka lia Ade, aduh, Tuhan, ampun e
Ade bikin kaka mete, tidur malam bola-bale
Sejak kaka lia Ade, aduh, Tuhan, ampun e
Arti Lagu Tabola Bale
Kakak tidak bisa berpaling melihatmu, adik perempuan
Kamu makin bersinar, hati kakak jadi gelisah
Dulu aku sudah suka melihatmu sebagai teman
Rasa itu ada, tapi aku diamkan (hei!)
Melihatmu makin cantik, membuat kakak jadi suka
Dulu rambutmu dikepang dua, sekarang sudah dicat merah
Kakak melihatmu makin manis, kamu pulang dari perantauan mana?
Aduh, adik perempuan, jangan terlalu bergaya di depan kakak ya
Kakak jadi jatuh hati
Kakak tidak bisa berpaling melihatmu, adik perempuan
Kamu makin bersinar, hati kakak jadi gelisah
Adik membuat kakak terpikat, tidur malam pun gelisah
Sejak kakak melihatmu, ya Tuhan, ampuni aku
Adik lewat di lorong depan rumah
Kakak jadi salah tingkah, sampai suasana hati berubah
Semangat muncul tiba-tiba, gara-gara si adik manis
Siapa yang punya bidadari Timur ini?
Baca Juga: Detik-Detik Proklamasi di Simpang Empat Papahan Karanganyar, Pengendara Turun Lalu Hormat Bendera
Kakak cari tahu namamu
Tidak butuh waktu lama
Langsung tanya ke ibumu
Ternyata namamu Maimuna
Eh, Maimuna, manis sekali
Kakak berharap bisa tinggal serumah
Kalau kamu terima cintaku ini,
Kakak janji kita langsung menikah
Wahai abang, jangan seperti itu
Aku tak seperti yang kamu kira
Aku hanya takut melihatmu
Karena sering membuat hati bimbang
Dulu aku sudah suka melihatmu sebagai teman
Rasa itu ada, tapi aku diamkan
Waduh, kamu sekarang makin keren saja
Pulang dari Jawa, makin bening wajahnya
Gaya makin beda, bibir merah merona
Aduh, ibu-ibu, "Ini anak siapa ya?"
Baca Juga: Polres Wonogiri Akan Paksa Pengendara Melaju Pelan sebelum Melewati Perlintasan KA tanpa Pintu
Dulu kamu masih kecil, dipanggil "nona"
Sekarang pulang dari Jawa, makin cantik nona
Kamu sempurna sekali, seperti bidadari
Yang jatuh dari langit
Kalau kakak berjodoh denganmu, kakak pasti berhenti main-main
Sungguh, kakak yakin kamu jodohku
Demi apa pun, kakak tak akan bodoh lagi
Kakak tidak bisa berpaling melihatmu, adik perempuan
Kamu makin bersinar, hati kakak jadi gelisah
Adik membuat kakak terpikat, tidur malam pun gelisah
Sejak kakak melihatmu, ya Tuhan, ampuni aku
Adik membuat kakak terpikat, tidur malam pun gelisah
Sejak kakak melihatmu, ya Tuhan, ampuni aku. (wa)