Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Terungkap! Bagaimana Tubuh Balita di Sukabumi Bisa Dipenuhi Cacing Hingga Sebabkan Kematian? Ini Kata Dokter

Syahaamah Fikria • Rabu, 20 Agustus 2025 | 00:37 WIB
Ilustrasi cacing.
Ilustrasi cacing.

RADARSOLO.COM – Kisah pilu kematian balita bernama Raya, 3, di Kabandungan, Sukabumi, menjadi sorotan publik setelah tubuhnya ditemukan dipenuhi cacing.

Tragedi ini menimbulkan pertanyaan besar, bagaimana infeksi cacing bisa sampai fatal?

Dokter IGD RSUD Syamsudin dr Irfan memberikan penjelasan medis yang terkait kronologi Raya saat dirawat hingga penyebab kematiannya.

Raya dibawa ke IGD pada 13 Juli 2025 sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi sudah tidak sadarkan diri.

"Pasien datang dibawa dalam keadaan tidak sadar. Pemeriksaan awal menunjukkan pasien mengalami syok atau kekurangan cairan berat," kata dr Irfan.

Syok yang dialami Raya berhasil ditangani, namun tim medis belum menemukan penyebab pasti penurunan kesadarannya.

Saat masih di IGD itu, tiba-tiba keluar cacing dari hidung pasien.

Dari situlah, tim dokter mulai menduga bahwa infeksi cacing menjadi penyebab utama kondisi Raya.

Setelah kondisi stabil, Raya dirujuk ke ruang PICU untuk mendapatkan penanganan intensif.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa infeksi yang menyerang tubuhnya adalah askariasis, penyakit yang disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides).

Cacing ini hidup di tanah dan infeksinya terjadi ketika telur cacing tertelan melalui makanan, minuman, atau tangan yang kotor.

Irfan menjelaskan, telur cacing menetas di usus. Kemudian telur atau larvanya dapat menyebar melalui aliran darah ke organ-organ vital, bahkan otak.

"Infeksi bisa terjadi ketika telur cacing tertelan, baik melalui makanan, minuman, maupun tangan yang kotor," ujar dia.

Kemudian, telur cacing itu akan menetas di usus, dan berkembang jadi larva yang bisa menyebar lewat aliran darah ke organ-organ, bahkan otak.

Hal itulah yang menyebabkan pasien mengalami penurunan kesadaran.

"Namun, yang sering kita temukan di paru, sehingga cacing bisa keluar lewat saluran nafas," tambahnya.

Kondisi Raya yang tidak sadar membuat cacing-cacing tersebut bisa dengan leluasa bergerak ke seluruh tubuh, termasuk keluar melalui hidung dan saluran lainnya, karena sarang utamanya sudah berada di usus.

Lebih lanjut, Irfan juga menyoroti kondisi lingkungan tempat tinggal Raya yang kurang sehat.

Keluarganya tinggal di rumah panggung sederhana dengan tanah terbuka di bawahnya, yang merupakan kondisi ideal bagi penyebaran cacing.

Kurangnya sanitasi dan kebersihan di lingkungan tempat tinggal Raya diduga menjadi faktor utama yang memicu infeksi cacing yang fatal ini. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #cacing #sukabumi #balita #meninggal