RADARSOLO.COM – Kabar akan digelar aksi demo Pati jilid 2 makin santer terdengar. Ribuan warga dikabarkan akan kembali menggelar demonstrasi besar-besaran untuk kedua kalinya.
Tujuan utama aksi unjuk rasa ini adalah mendesak Bupati Pati Sudewo turun dari jabatannya.
Rencana demo Pati jilid 2 ini muncul setelah aksi pertama pada 13 Agustus 2025 yang berlangsung ricuh.
Saat itu, massa mendesak Sudewo mundur, namun sang bupati dengan tegas menolak.
Sudewo menegaskan, dirinya dipilih rakyat melalui mekanisme demokratis, sehingga tidak bisa begitu saja menyerahkan jabatan hanya karena tekanan massa.
“Saya dipilih rakyat secara konstitusional, jadi tidak bisa diberhentikan begitu saja. Semua ada mekanismenya,” kata Sudewo kala itu.
Posko Pengawalan Hak Angket
Rencana demo jilid 2 makin kuat setelah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu mendirikan posko pengawalan di depan gedung DPRD Pati.
Posko ini dijaga 24 jam penuh sebagai bentuk tekanan agar Pansus Hak Angket DPRD segera menuntaskan proses pemakzulan.
DPRD sendiri menargetkan hasil penyelidikan bisa keluar dalam waktu 60 hari.
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Ahmad Husein, melalui siaran langsung di TikTok pribadinya menyerukan agar warga kembali bersatu dan memenuhi halaman kantor Bupati serta DPRD Pati pada 25 Agustus mendatang.
“Seluruh masyarakat Pati, ayo bersatu lagi. Tanggal 25 kita kumpul di depan DPRD, kita kawal bersama proses hak angket,” ujarnya, Senin (18/8/2025).
Ya, aksi demo Pati jilid 2 yang bakal digelar pada Senin, 25 Agustus 2025 itu dipusatkan di depan kantor Bupati dan DPRD Pati.
"Sudewo ini kan dipanggil Pak Presiden kemarin. Tapi enggak tahu endingnya kaya gimana endingnya," kata Husein.
Lebih lanjut, dia juga mengingatkan para peserta aksi pada 25 Agustus mendatang agar menjaga kondusivitas.
“Jangan sampai besok kita bikin anarkis dan merusak fasilitas umum lagi ya. Aku mohon, aku mohon. Tanggal 25, positif ya,” ujar dia. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria