Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Immanuel Ebenezer dari Partai Apa? Dulu Vokal Soal Tahan Ijazah dan PHK Sritex, Kini Pejabat Pertama di Kabinet Prabowo Di-OTT KPK

Syahaamah Fikria • Jumat, 22 Agustus 2025 | 02:00 WIB
Wamen Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan bersama manajemen dan buruh PT Sritex, Rabu (8/1/2025).
Wamen Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan bersama manajemen dan buruh PT Sritex, Rabu (8/1/2025).

RADARSOLO.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu malam (20/8/2025).

Penangkapan ini membuat Noel menjadi pejabat pertama di kabinet Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka yang terseret kasus korupsi.

Immanuel Ebenezer dari Partai Apa?

Noel merupakan politikus Partai Gerindra, partai yang diketuai langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia resmi dilantik sebagai Wamenaker pada Oktober 2024, tak lama setelah pemerintahan baru terbentuk.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mengaku menyayangkan penangkapan tersebut.

Ia menegaskan Presiden Prabowo sejak awal selalu mengingatkan para menterinya di Kabinet Merah Putih untuk bekerja keras sekaligus menjunjung tinggi integritas.

"Berkali-kali beliau sudah menyampaikan agar seluruh anggota kabinet menjaga semangat pemberantasan korupsi, selain juga menghindari pernyataan-pernyataan yang bisa menimbulkan kegaduhan di publik," ujar Prasetyo dalam konferensi pers, Kamis (21/8/2025).

Vokal Lawan Perusahaan Nakal

Sebelum terjerat kasus hukum, Noel dikenal vokal membela pekerja, termasuk soal penahanan ijazah oleh perusahaan.

Ia gencar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai perusahaan yang menahan ijazah karyawannya.

Salah satu yang paling menyita perhatian publik terjadi pada April 2025, ketika Noel mendatangi UD Sentosa Seal di Surabaya.

Kala itu ia bersitegang dengan pemilik perusahaan Jan Hwa Diana, hingga sempat dihalangi masuk meski datang bersama pejabat Pemkot Surabaya dan aparat kepolisian.

Tidak berhenti di Surabaya, Noel juga turun ke Pekanbaru, Riau, untuk mengungkap praktik penahanan ijazah terhadap 12 karyawan.

Bahkan, ia beberapa kali menerima perusahaan outsourcing di Kantor Kemnaker yang berkomitmen mengembalikan ijazah pekerjanya setelah mendapat teguran.

Pada Juli 2025, Noel juga menyaksikan langsung penyerahan 21 ijazah karyawan oleh PT Mitra Abadi Royalindo.

Ia bahkan mendampingi seorang buruh ke Polres Jakarta Selatan yang dilaporkan perusahaan karena berani bersuara melalui kanal aduan “Buruh Tanya Wamen”.

Ikut Bela Buruh Sritex

Selain isu penahanan ijazah, Noel pernah tampil membela buruh PT Sri Rejeki Isman (Sritex) yang menghadapi ancaman pailit.

Ia ikut menghadiri doa bersama dan sholat istigasah dengan ribuan buruh, sekaligus mendorong pemerintah mencari solusi agar raksasa tekstil itu tidak gulung tikar.

Dalam momen itu, Noel menegaskan dirinya rela kehilangan jabatan asal para buruh tidak harus kehilangan pekerjaan.

“Saya lebih baik kehilangan jabatan saya daripada melihat saudara-saudara saya di-PHK. Saya tidak pernah ikhlas jika harus mundur dari perjuangan buruh,” ucap Noel kala itu.

Ironi Perjalanan Karier

Kini, perjalanan politik Noel menuai ironi. Dari seorang aktivis yang vokal membela pekerja dan buruh, ia justru terjerat kasus dugaan korupsi pemerasan terkait sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Penangkapan ini menjadi pukulan keras bagi citra kabinet Prabowo-Gibran yang baru berjalan kurang dari setahun. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#ott #Kabinet Merah Putih #kpk #Pemerasan #Sritex #gerindra #Immanuel Ebenezer #sertifikasi k3 #korupsi