RADARSOLO.COM – Sikap Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel saat dihadirkan dalam konferensi pers KPK terkait kasus pemerasan sertifikasi K3, Jumat (22/8/2025), jadi sorotan.
Meski baru saja ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi pungutan Rp6 juta untuk pengurusan sertifikat K3, Noel justru tampil dengan raut wajah penuh senyum.
Bahkan, kedua tangannya yang diborgol tetap ia manfaatkan untuk memberikan acungan jempol ke arah awak media.
Senyum di Tengah Kasus Korupsi
Dalam siaran langsung konferensi pers, Noel terlihat berdiri di barisan depan bersama 10 tersangka lain.
Begitu memasuki ruangan, ia langsung menebar senyum ke arah kamera dan wartawan yang memenuhi lokasi.
Sesaat setelah ditempatkan di podium utama, tepat di bawah logo KPK, Noel kembali mengangkat satu jempol kanannya.
Tidak berhenti sampai di situ, ketika hendak digiring menuju rumah tahanan, ia sempat mengacungkan dua jempol sekaligus dan mengepalkan tangan di depan dada, seakan ingin mengirim pesan tersendiri kepada publik.
Kasus Pungutan Sertifikat K3
KPK resmi menetapkan Immanuel Ebenezer bersama 10 orang lainnya sebagai tersangka.
Mereka diduga melakukan praktik pemerasan terhadap pekerja dengan dalih pengurusan sertifikat K3 di lingkungan Kemnaker.
Setiap pekerja disebut-sebut dipaksa membayar hingga Rp6 juta demi melancarkan proses sertifikasi K3.
“Tarif resmi sertifikasi K3 sebesar Rp275 ribu. Tapi pekerja atau buruh harus mengeluarkan biaya hingga Rp6 juta karena adanya tindak pemerasan,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto.
Besarnya biaya ini membuat para pekerja semakin tercekik.
Alih-alih mempermudah akses sertifikasi, justru ada oknum yang menjadikannya ladang pemerasan.
Praktik ini, menurut KPK, telah berjalan sistematis dengan modus memperlambat pelayanan hingga menolak pengajuan bagi mereka yang tidak mau membayar. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria