Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kronologi Lengkap Suami Influencer Kuliner di Surabaya Ditempeleng Preman Saat Review Tahu Gimbal

Nur Pramudito • Kamis, 28 Agustus 2025 | 18:42 WIB

Kronologi Lengkap Suami Influencer Kuliner di Surabaya Ditempeleng Preman Saat Review Tahu Gimbal
Kronologi Lengkap Suami Influencer Kuliner di Surabaya Ditempeleng Preman Saat Review Tahu Gimbal

RADARSOLO.COM - Konten kreator kuliner berinisial J, 30 tahun, mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat diduga menjadi korban kekerasan oleh dua orang tak dikenal di Kutisari Selatan, Surabaya, pada Selasa malam (26/8).

J menceritakan bahwa awalnya ia hanya ingin membuat konten review jajanan tahu gimbal di kawasan tersebut.

Sebelum merekam, ia sudah meminta izin kepada penjual agar pengambilan gambar bisa digunakan untuk konten kuliner.

“Tujuannya untuk promosi. Kebetulan saya juga konten kreator dan ingin membuat konten untuk UMKM. Saya sudah minta izin,” ujar J kepada wartawan di Surabaya, Kamis (28/8).

Baca Juga: Ditinggal Ibu Kerja dan Ayah Dipenjara, Siswi SD di Sragen Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual

Setelah merekam, J menuju mobilnya untuk mengambil uang tunai guna membayar tahu gimbal.

Saat berada di mobil, seorang pria mendekatinya dan menanyakan alasan pembuatan video.

Pria tersebut kemudian meminta ponsel J dengan alasan ingin melihat rekaman.

Permintaan itu ditolak J karena ia tidak merekam pria tersebut. Adu mulut pun terjadi.

Baca Juga: Viral Dugaan Kekerasan Dokter Senior Terhadap Residen RSUP Sardjito Sleman Yogyakarta di Media Sosial, Kemenkes Turun Tangan

“Ditegur, ditanyain, 'Kamu video-video apa?' Saya bilang, 'Saya video yang jualan ini, bapaknya siapa?' Orangnya kayak nggak terima dan cekcok,” ungkap J.

Saat adu mulut berlangsung, seorang pria lain yang diduga temannya ikut terlibat. “Dia emosi dan menampar wajah saya,” tambah J.

Penjual tahu gimbal yang mencoba melerai malah ikut menjadi sasaran kemarahan kedua pria tersebut.

J menegaskan bahwa ia tidak mengenal keduanya, dan mereka mengaku sebagai pihak keamanan setempat.

“Penjual tahu bilang, 'Bapak ngapain?' Maksudnya mau membela saya. Tapi mereka juga menyerang penjual. Saya nggak kenal, mereka mengaku keamanan di sana,” jelas J.

Atas kejadian itu, J dan istrinya, Evelyn, melaporkan dugaan kekerasan ke Polsek Tenggilis Mejoyo dengan nomor STTLP/B/52/VIII/2025/SPKT/Polsek Tenggilis Mejoyo/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur.

Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo, Ipda Yudi, menyampaikan bahwa kasus dugaan kekerasan sedang diselidiki, termasuk pemeriksaan terhadap terlapor yang mengaku sebagai tukang parkir toko.

“Korban didatangi S saat merekam, ditegur, akhirnya cekcok dan terjadi penamparan. Kasusnya masih didalami terkait penganiayaan,” pungkas Yudi.(np)

Editor : Nur Pramudito
#kekerasan #tahu gimbal #preman #kuliner #influencer #surabaya