RADARSOLO.COM - Nama Agus Setiawan mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul dalam audiensi DPR RI pada Rabu (3/9) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.
Kehadiran Agus dalam forum tersebut memicu kontroversi karena dianggap bertentangan dengan keputusan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang menolak hadir.
Dalam audiensi, Agus menyampaikan beberapa poin tuntutan mahasiswa dan masyarakat yang muncul selama demonstrasi Agustus hingga awal September 2025.
Salah satunya adalah dorongan agar DPR membentuk satgas untuk menindaklanjuti dugaan makar yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terhadap para demonstran.
Isu yang yang diangkatnya itu dianggap berbeda dari 17+8 Tuntutan Rakyat yang digulirkan mahasiswa saat aksi.
Kehadiran Agus di DPR pun langsung memicu kritik keras dari dalam kampus UI.
Ketua BEM FH UI, Muhammad Fawwaz Farhan Farabi, menilai tindakan Agus sebagai bentuk pengkhianatan terhadap BEM maupun mahasiswa UI.
“BEM se-UI sepakat untuk tidak menghadiri audiensi DPR karena stance kami adalah tidak memercayai sistem dan lembaga DPR saat ini, dan akan terus membersamai masyarakat dalam mereformasi sistem saat ini,” tulis Fawwaz di akun X @kaboooyyy.
Fawwaz menambahkan, keputusan BEM UI untuk absen didasari keyakinan bahwa audiensi tersebut hanyalah jebakan DPR.
Kehadiran Agus tanpa koordinasi dengan BEM membuat banyak mahasiswa merasa aspirasi mereka tidak terwakili.
"Tiba-tiba muncul oknum bernama Agus Setiawan yang hadir mewakili IKM UI. Lu bener-bener ngekhianatin pergerakan UI bang. Gue nggak tahu ada kepentingan transaksional apa di balik ini. Aspirasi lu juga nggak jelas ngomong apa. Pengkhianat lu Gus, sumpah serapah untuk lu," imbuh Fawwaz.
Sosok Agus Setiawan
Agus Setiawan adalah mahasiswa tingkat akhir Program Studi Ilmu Politik di Universitas Indonesia.
Ia pernah menjadi Staf Departemen Pengabdian Masyarakat (2022) di BEM UI, Vice Project Officer di Gerakan UI Mengajar, Wakil Direktur Departemen Sosial Masyarakat Forum Studi Islam FISIP UI, serta Ketua Komisi Sosial Politik di Dewan Perwakilan Mahasiswa FISIP UI.
Agus juga dikenal sebagai peserta program Young Leaders for Indonesia (YLI) National Wave 16 yang diselenggarakan McKinsey & Company, program pengembangan kepemimpinan bagi mahasiswa berprestasi.
Selain itu, Agus Setiawan terpilih sebagai Ketua BEM UI 2025 melalui pengumuman di Grand Closing Pemira UI 2024 pada 31 Desember 2024.
Proses ini sempat menuai kontroversi karena dinilai dilakukan secara sepihak oleh pihak rektorat.
Diketahui, saat ini, keberadaan BEM UI dilanda dualisme kepemimpinan.
Dua kubu berbeda sama-sama mengklaim diri sebagai pengurus sah organisasi mahasiswa tersebut.
Perselisihan itu berakar dari sengketa Pemilihan Raya (Pemira) UI 2024 yang masih bergulir di Mahkamah Mahasiswa UI (MM UI).
Namun, sebelum sidang mencapai putusan final, muncul langkah kontroversial dari Rektorat serta Direktorat Kemahasiswaan dan Beasiswa UI.
Melalui sebuah Nota Dinas, pada 7 Maret 2025—tepat sehari sebelum putusan MM UI dibacakan—Direktorat Kemahasiswaan secara tiba-tiba menetapkan Agus Setiawan bersama Bintang Maranatha Utama sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2025.
Kepengurusan versi Rektorat ini kemudian dikenal dengan sebutan BEM “Ungu”. Banyak pihak menilai tindakan tersebut cacat prosedur, karena dianggap melanggar prinsip konstitusi organisasi mahasiswa atau UUD IKM UI. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria