Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sejarah PT Gudang Garam: Dari Industri Rumahan hingga Jadi Produsen Rokok Terbesar Indonesia Berujung Diterpa Kabar PHK Pekerja

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 6 September 2025 | 19:47 WIB
Tangkapan layar para pekerja mengenakan t-shirt berlogo PT Gudang Garam saling berpamitan.
Tangkapan layar para pekerja mengenakan t-shirt berlogo PT Gudang Garam saling berpamitan.

RADARSOLO.COM - Ramai di media sosial tentang video para pekerja mengenakan T-Shirt berlogo khas PT Gudang Garam saling berpamitan.

Beberapa di antara mereka tak kuasa menahan air mata. 

Dalam capiton video yang beredar di media sosial, para pekerja terkena dampak PHK.

Namun belum ada keterangan resmi dari manajemen PT Gudang Garam terkait hal tersebut.

Saat itu, jumlah tenaga kerjanya hanya sekitar 50 orang, dan mereka menempati lahan sewaan seluas 1.000 meter persegi di Jalan Semampir II No. 1, Kediri.

Perkembangan dan Transformasi Perusahaan

Produksi perdana Gudang Garam berupa Sigaret Kretek Klobot (SKL) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Pada 1958, hasil produksinya hanya sekitar 50 juta batang.

Pemasaran awalnya hanya di sekitar Kediri. Namun seiring meningkatnya permintaan pasar, pada 1960 dibuka cabang di Gurah, Kediri, dengan 200 karyawan.

Pada tahun 1969, perusahaan beralih status menjadi sebuah Firma, dan mendapatkan dukungan finansial dari BNI 1946.

Dua tahun kemudian, pada 1971, statusnya berubah lagi menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan memperoleh fasilitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Dengan status PT, Gudang Garam semakin berkembang dan pada 1979 mulai memproduksi Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Meskipun menggunakan mesin, perusahaan tetap menganut sistem padat karya, yang justru memperluas lapangan kerja.

Filosofi Catur Dharma dan Jejak Perusahaan Terbuka

Surya Wonowidjojo wafat pada 29 Agustus 1985. Ia meninggalkan kesan mendalam dan nilai-nilai luhur bagi perusahaan yang dituangkannya ke dalam Catur Dharma Perusahaan:

Setelah Surya Wonowidjojo wafat, kepemimpinan perusahaan dilanjutkan oleh istrinya, Tan Siok Tjien, dan anaknya, Tjoa To Hing atau Rachman Halim.

Baca Juga: Apa Itu Travel Warning yang Diterbitkan Sejumlah Negara ke Indonesia? Ini Cara Aman Berwisata saat Kondisi Tak Stabil

Pada tahun 1990, di tengah persaingan yang ketat, PT Gudang Garam Tbk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, mengubah statusnya menjadi Perusahaan Terbuka.

Pada tahun 2001, PT Gudang Garam Tbk memiliki enam unit pabrik di atas lahan seluas 100 hektare, memproduksi lebih dari 70 miliar batang rokok, dan mempekerjakan 40 ribu buruh buruh serta 3.000 karyawan tetap.

Produknya semakin bervariasi, termasuk rokok kretek mild, yang produksinya juga merambah hingga Pasuruan.

Beragam Produk dan Anak Perusahaan

PT Gudang Garam Tbk memproduksi lebih dari 20 jenis rokok kretek, termasuk Gudang Garam International, Gudang Garam Surya 12, Gudang Garam Merah, dan masih banyak lagi.

Perusahaan ini juga melebarkan sayapnya ke luar negeri, seperti Malaysia, Brunei, dan Jepang.

Untuk mendukung berbagai operasinya, PT Gudang Garam Tbk memiliki empat anak perusahaan:

PT Gudang Garam Tbk juga dikenal sebagai sponsor Piala Dunia FIFA pada 1958 hingga 1966 dan Piala Dunia tahun 2010.

Kini, di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global maupun nasional, apakah raksasa perusahaan rokok itu juga ikut terguncang? (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#PT Gudang Garam #Tjoa Ing Hwie #Histori #phk #karyawan #industri rumahan #Surya Wonowidjojo #sejarah #rokok