RADARSOLO.COM - Nama Wahyudin Moridu, eks anggota DPRD Gorontalo, terus jadi sorotan usai videonya merampok uang negara viral di media sosial. Jejak masa lalunya pun terus dikorek.
Dalam rekaman yang beredar, Wahyudin secara terang-terangan menyebut hendak menghabiskan uang negara saat sedang melakukan perjalanan.
“Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok saja uang negara ini," cap Wahyudin dalam video yang beredar luas.
"Kita habiskan biar negara semakin miskin,” imbuh dia.
Imbas ucapan itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan langsung mengambil sikap tegas dengan memecat Wahyudin Moridu dari keanggotaan partai maupun anggota DPRD Gorontalo.
Keputusan ini diambil karena dianggap melukai hati rakyat dan mencederai etika politik.
Latar Belakang Pendidikan Wahyudin Moridu
Seiring dengan viralnya kasus ini, rekam jejak dan latar belakang pribadi Wahyudin ikut dikuliti publik.
Pria kelahiran Boalemo, 11 November 1995 itu ternyata bukan lulusan sekolah formal SMA.
Dia menyelesaikan pendidikan setingkat SMA lewat program Paket C dan lulus pada tahun 2014.
Dua tahun kemudian, Wahyudin melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah di Universitas Ichsan Gorontalo jurusan hukum, hingga akhirnya meraih gelar sarjana pada 2020.
Kasus Narkoba
Sebelum videonya viral, Wahyudin juga pernah tersandung kasus narkoba.
Pada 2020, ia diamankan aparat di Jakarta bersama dua rekannya atas penyalahgunaan narkotika.
Saat itu, ia masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Boalemo. Wahyudin kemudian menjalani rehabilitasi.
Meski sempat tersandung masalah, karier politiknya cukup moncer.
Putra dari mantan Bupati Boalemo Darwin Moridu itu terpilih menjadi anggota DPRD Boalemo periode 2019-2024.
Dia bahkan dipercaya menduduki jabatan Ketua Komisi III saat usianya baru 24 tahun.
Kemudian, pada Pemilu 2024, Wahyudin lolos sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo periode 2024-2029 melalui pemungutan suara ulang (PSU).
Kisruh dengan Sosok Wanita Misterius
Video viral yang menyeret namanya ternyata juga menghadirkan teka-teki baru.
Pasalnya, wanita yang terekam bersama Wahyudin dalam mobil bukanlah istrinya, Mega Nusi.
Sosok itu berinisial FT dan disebut-sebut memiliki hubungan khusus dengan Wahyudin.
Bahkan, beredar kabar FT tengah hamil dan sengaja merekam serta menyebarkan video yang membuat Wahyudin terjerat masalah serius.
Hal itu terungkap saat Badan Kehormatan (BK) DPRD Gorontalo memanggil Wahyudin untuk klarifikasi.
Menurut pengakuan Wahyudin kepada BK DPRD Gorontalo, FT pernah meminta dinikahi.
Namun, karena permintaan itu ditolak, wanita tersebut diduga nekat menyebarkan video sebagai bentuk pelampiasan.
“Keterangan dari yang bersangkutan, wanita itu ngotot ingin dinikahi,” kata Ketua BK DPRD Gorontalo, Fikram Salilama.
Klarifikasi Wahyudin Moridu
Menanggapi polemik tersebut, Wahyudin akhirnya buka suara lewat video klarifikasi di media sosial.
Didampingi istrinya, ia mengaku menyesal sekaligus siap menanggung segala konsekuensi atas perbuatannya.
“Saya bersama istri saya siap menanggung konsekuensi yang ditimbulkan atas video ini,” ujarnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria