Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kasus Viral Kepala SMAN 1 Cimarga Tampar Siswa Berakhir Damai, Laporan Dicabut dan Siswa Tetap Dibina

Nur Pramudito • Kamis, 16 Oktober 2025 | 15:24 WIB
Kasus Viral SMAN 1 Cimarga Berujung Damai, Kepala Sekolah dan Siswa Saling Memaafkan
Kasus Viral SMAN 1 Cimarga Berujung Damai, Kepala Sekolah dan Siswa Saling Memaafkan

RADARSOLO.COM  – Kasus dugaan penamparan siswa oleh Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitria, akhirnya berakhir damai.

Orangtua siswa yang sempat melapor ke polisi kini resmi mencabut laporannya, sementara sang siswa tetap mendapat sanksi pembinaan karena kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Kronologi: Teguran Saat Jumat Bersih Berujung Viral

Peristiwa bermula pada Jumat (10/10/2025) saat kegiatan Jumat bersih di lingkungan sekolah. Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, menegur seorang siswa berinisial I (17) yang kedapatan merokok di area sekolah.

Dalam proses teguran itu, Dini diduga menampar siswa tersebut. Aksi itu kemudian viral di media sosial dan memicu aksi mogok belajar dari sekitar 630 siswa.

Baca Juga: Gubernur Andra Soni Kembalikan Jabatan Kepsek Dini Fitri Usai Nonaktif Gegara Viral Tampar Murid Merokok, Balik ke SMAN 1 Cimarga?

Saling Memaafkan di Hadapan Gubernur

Kasus ini menarik perhatian publik hingga Gubernur Banten Andra Soni turun tangan memediasi keduanya.

Pertemuan berlangsung di ruang kerja Gubernur di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Rabu (15/10/2025).

Dalam mediasi itu, siswa I menyampaikan penyesalan atas kesalahannya.

“Ibu, saya minta maaf karena sudah membuat kesalahan yang fatal,” ucap I dengan nada menyesal, dikutip dari Antara.

Dini kemudian memaafkan dan juga meminta maaf atas sikapnya saat menegur.

“Ibu maafkan, dan ibu juga minta maaf terkait kata-kata ibu. Semoga di hati kamu lukanya nanti hilang,” ujar Dini.

Ia menegaskan bahwa tindakannya tidak dilandasi niat untuk menyakiti.

“Tidak ada guru yang ingin mengenai muridnya. Hari itu terjadi begitu saja, refleks. Bagaimanapun, seorang guru kepada muridnya itu adalah bentuk kasih sayang,” katanya.

Dini pun bersyukur karena Gubernur turun langsung menengahi hingga sekolah bisa kembali kondusif.

“Alhamdulillah, kami sudah saling memaafkan. Dunia pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena kesalahpahaman,” ujarnya.

Baca Juga: Profil Lengkap Andra Soni, Gubernur Banten yang Nonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga Usai Tampar Siswa Merokok

Dini Fitria Dinonaktifkan Sementara, Plh Kepala Sekolah Ditunjuk

Untuk meredam situasi, Dinas Pendidikan Provinsi Banten menonaktifkan sementara Dini Fitria dan menunjuk Ahmad Subakin, Kepala SMAN 1 Bojongmanik, sebagai Pelaksana Harian (Plh) SMAN 1 Cimarga.

“Saya hanya menjalankan tugas atasan. Semoga kegiatan belajar mengajar kembali normal,” kata Ahmad.

Dini menyambut kebijakan itu dengan lapang dada.

“Kebijakan ini bukan hukuman, tapi upaya agar proses belajar mengajar kembali normal. Hak-hak saya sebagai kepala sekolah tidak dikurangi,” ucapnya.

Laporan Dicabut, Islah Digelar di Sekolah

Ketua PGRI Kabupaten Lebak, Iyan Fitriyana, memastikan bahwa orangtua siswa telah sepakat mencabut laporan polisi.

“Kamis pagi jam sembilan di sekolah akan ada islah, saling memaafkan. Setelah itu pengacara akan ke Polres untuk menindaklanjuti pencabutan laporan,” ujarnya.

Islah atau proses perdamaian itu dihadiri kepala sekolah, orangtua siswa, dan kuasa hukum keluarga.

Siswa Tetap Dapat Sanksi Pembinaan

Meski laporan dicabut, Dinas Pendidikan Provinsi Banten menegaskan bahwa siswa tetap harus mendapat pembinaan karena melanggar aturan sekolah.

“Untuk siswa tetap ada sanksi, yaitu teguran dan pembinaan. Guru BK sudah menangani, dan orangtua juga sudah menerima,” jelas Adang Abdurrahman, Kabid SMA Dindik Banten.

Ia menekankan bahwa penegakan disiplin harus dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan kekerasan.

“Penegakan disiplin harus dilakukan dengan pembinaan, bukan kekerasan,” tegasnya.

Gubernur Banten: Disiplin Harus Humanis

Gubernur Andra Soni menilai kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi dunia pendidikan.

“Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting agar pembinaan karakter tetap dilakukan dalam koridor pendidikan yang manusiawi,” katanya.(np)

Editor : Nur Pramudito
#viral #damai #Dini fitria #Andra Soni #gubernur banten #SMAN 1 Cimarga #kepala sekolah #siswa merokok