Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kronologi Lengkap Pegawai BUMN Tusuk Istri hingga Tewas di Banyuwangi: Dikenal Harmonis dan Berkecukupan, Apa Masalahnya?

Syahaamah Fikria • Selasa, 21 Oktober 2025 | 05:06 WIB
Polisi melakukan olah TKP suami tusuk istri hingga tewas di Banyuwangi, Senin (20/10/2025) pagi.
Polisi melakukan olah TKP suami tusuk istri hingga tewas di Banyuwangi, Senin (20/10/2025) pagi.

RADARSOLO.COM - Suasana Senin pagi warga Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, Jawa Timur yang tenang, tiba-tiba geger dengan kejadian pembunuhan. Seorang pegawai BUMN berinisial GDF, 41, diduga menusuk istrinya, BW, 52, hingga tewas.

BW yang merupakan karyawan bank swasta ternama ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Senin (20/10/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kronologi Suami Tusuk Istri

Menurut keterangan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, peristiwa itu terjadi ketika di rumah hanya ada korban dan pelaku.

Anak-anak mereka sedang tidak ada di rumah. Diketahui, anak pertama memang kuliah di luar kota.

Sementara anak kedua duduk di sekolah tingkat SMK dan yang ketiga masih SMP.

“Anak pertama kuliah di Malang, dua anak lainnya sudah berangkat sekolah. Jadi saat kejadian hanya ada pelaku dan korban di rumah,” ujar Kapolresta.

GDF juga mengaku kepada polisi telah menusuk istrinya menggunakan pisau dapur.

Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat mencari nomor polisi dari grup WhatsApp dan mengirim pesan pengakuan sekitar pukul 08.30 WIB.

“Ia mengirim pesan WhatsApp kepada salah satu anggota Satlantas Polresta Banyuwangi, menyampaikan ingin menyerahkan diri karena telah membunuh istrinya,” terang Rama.

Polisi yang menerima pesan tersebut langsung meneruskan informasi ke Satreskrim Polresta Banyuwangi.

Tak lama berselang, tim Resmob bergerak ke lokasi.

Penemuan Jenazah

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka, sementara GDF duduk di teras menunggu.

Saat polisi masuk, mereka menemukan korban tergeletak di ruang makan dengan luka tusuk di dada.

Di dekat tubuh korban, terdapat pisau dapur berlumuran darah.

Jenazah korban segera dibawa ke RSUD Blambangan untuk diautopsi.

Sementara GDF yang bekerja sebagai pegawai BUMN sektor keuangan langsung diamankan dan digelandang ke Mapolresta Banyuwangi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Rumah Tangga Terlihat Harmonis

Tetangga korban, Rosi, mengaku sangat kaget dengan kejadian ini.

Ia mengenal keluarga tersebut sebagai pasangan yang ramah dan jarang terlibat konflik.

“Semalam saya masih sempat ketemu almarhumah waktu pengajian. Nggak ada tanda-tanda apa-apa, biasa saja,” ujarnya.

Rosi yang rumahnya hanya terpisah gang kecil mengatakan, selama ini tidak pernah terdengar suara pertengkaran dari rumah pasangan tersebut.

“Kalau pun bertengkar pasti terdengar, tapi nggak pernah. Tahu-tahu pagi sudah ramai polisi datang,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Panderejo, Safii menyebut, pasangan suami istri itu selama ini dikenal tak pernah mengalami masalah dan hubungan mereka sangat baik.

Dari sisi ekonomi, keluarga itu juga terbilang sangat berkecukupan. Apalagi baik pelaku maupun korban sama-sama bekerja di bidang keuangan.

Motif Masih Diselidiki Polisi

Hingga kini, motif di balik pembunuhan ini masih misterius.

Polisi belum bisa memastikan apa penyebab GDF tega menghabisi nyawa istrinya yang dikenal lembut dan aktif di lingkungan kerja.

“Motif masih kami dalami. Nanti akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan lebih lanjut,” tutur Kapolresta. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#karyawan bank #banyuwangi #pembunuhan #suami tusuk istri #pegawai bumn