Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dari Mana Asal Busa Hitam Misterius yang Viral Beterbangan di Langit Subang? BMG Akui Bukan Fenomena Alam

Syahaamah Fikria • Kamis, 30 Oktober 2025 | 00:35 WIB
Viral busa hitam berbau menyengat terbang di langit Subang, Jabar.
Viral busa hitam berbau menyengat terbang di langit Subang, Jabar.

RADARSOLO.COM — Warga Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat digegerkan fenomena langka berupa busa hitam pekat yang beterbangan di langit dan menimbulkan bau menyengat, Senin (28/10/2025).

Video penampakan busa tersebut dengan cepat viral di media sosial dan menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan warga.

Awalnya, banyak orang mengira gumpalan itu hanyalah awan gelap yang terbawa angin.

Namun, setelah busa tersebut jatuh ke tanah dan menempel di atap rumah maupun jalan, aroma kimia tajam mulai tercium, membuat warga panik dan menduga asalnya dari limbah industri.

“Awalnya dikira awan hitam, ternyata busa dan baunya menyengat sekali,” kata salah satu warga.

Ada juga warga yang khawatir jika busa dengan bau menyengat itu juga beracun.

Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar luas, tampak busa berwarna hitam keabu-abuan melayang di udara dengan gerakan tidak beraturan seperti ditiup angin.

Beberapa gumpalan kemudian jatuh ke area persawahan dan permukiman, menempel di jalan serta genteng rumah warga.

BMKG Pastikan Bukan Fenomena Alam

Menanggapi viralnya fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa busa hitam itu bukan disebabkan oleh proses cuaca atau aktivitas atmosfer.

"Fenomena tersebut tidak termasuk dalam kejadian alam yang disebabkan oleh proses cuaca, awan, maupun aktivitas atmosfer lainnya,” jelas Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, Rabu (29/10/2025).

Menurut Teguh, pada hari kejadian, kondisi cuaca di wilayah Subang umumnya berawan tebal hingga hujan ringan, dengan angin bertiup dari arah timur ke selatan berkecepatan maksimum 13,3 kilometer per jam.

Karena itu, BMKG menyimpulkan bahwa busa tersebut kemungkinan besar berasal dari aktivitas manusia di permukaan bumi, bukan dari alam.

"Fenomena ini lebih mungkin disebabkan oleh aktivitas industri, reaksi kimia limbah cair, atau material ringan yang terangkat angin,” tambah Teguh.

DLH Jabar Ambil Sampel Busa

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga.

Kepala DLH Jabar, Ai Saadiyah Dwidaningsih, mengonfirmasi bahwa tim Pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) telah diterjunkan ke lokasi untuk mengambil sampel busa hitam tersebut.

"PPLH masih melakukan pengecekan di lapangan. Kami sudah ambil sampel untuk mengetahui kandungannya,” ujar Ai, Rabu (29/10/2025).

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan apakah busa itu mengandung bahan kimia berbahaya yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan warga.

Meski hasil laboratorium belum keluar, sejumlah warga menduga busa hitam itu berasal dari limbah cair industri yang dibuang ke saluran air tanpa pengolahan terlebih dahulu.

Apalagi, wilayah Patokbeusi memang berdekatan dengan kawasan industri dan jalur drainase besar yang mengalir ke arah pesawahan. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#limbah pabrik #subang #viral #fenomena langka #BMKG #limbah industri #busa hitam