Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Fakta-fakta Motor Brebet Massal Setelah Isi Pertalite di Jatim: Polisi Sidak SPBU, Pertamina Investigasi

Nur Pramudito • Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:08 WIB
Motor brebet massal di Jatim usai isi Pertalite bikin heboh. Pertamina investigasi, polisi sidak SPBU, Bahlil turun tangan.
Motor brebet massal di Jatim usai isi Pertalite bikin heboh. Pertamina investigasi, polisi sidak SPBU, Bahlil turun tangan.

RADARSOLO.COM – Fenomena motor brebet massal di sejumlah daerah di Jawa Timur membuat warga heboh.

Kejadian ini terjadi usai mereka mengisi bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Pertamina pada Selasa (28/10/2025).

Banyak pengendara motor mengeluhkan kendaraan mereka tersendat-sendat saat digas, bahkan sebagian mengalami mogok mendadak.

Tak sedikit yang akhirnya berbondong-bondong ke bengkel untuk memperbaiki motor mereka, bahkan sampai antre hingga malam hari.

1. Bermula dari Tuban dan Bojonegoro

Kasus ini pertama kali dilaporkan di Tuban dan Bojonegoro, sebelum kemudian meluas ke Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.

Warga mengalami gejala serupa, yakni mesin motor yang “brebet” atau tersendat, hingga tidak bisa distarter.

Baca Juga: Resmi! Pertamina Lakukan Pembaruan Harga BBM per 1 Oktober 2025, Berikut Daftar Harganya

Banyak warga menduga penyebabnya berasal dari bahan bakar Pertalite yang baru mereka beli.

“Brebet gitu sejak dua minggu lalu, tapi tetap saya pakai ke mana-mana. Dan tetap beli bensin juga,” ujar Erik, warga Surabaya.

Sejumlah mekanik bengkel pun menemukan keanehan pada bahan bakar motor pelanggan yang rusak.

"Banyak yang mogok, brebet injeksinya. Seperti kehabisan bensin padahal bensinnya masih ada. Saya cek bensinnya, baunya seperti bensin endapan lama," kata Rudi Hartono (49), mekanik asal Surabaya.

2. Pertamina Lakukan Investigasi

Menanggapi kejadian ini, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melakukan investigasi menyeluruh terhadap pasokan bahan bakar di SPBU wilayah Jawa Timur.

“Saat ini sedang berjalan investigasi lanjutan untuk pengecekan quality and quantity (QQ) BBM di level SPBU sebagai titik distribusi akhir kepada masyarakat,” ujar Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus.

3. Pertamina Klaim Distribusi Sesuai SOP

Pertamina menegaskan bahwa seluruh proses distribusi BBM ke SPBU dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan uji baku mutu sebelum produk diedarkan.

“Setiap tahapan distribusi dilakukan sesuai standar untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga. Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai,” kata Ahad, Selasa (28/10).

Sebagai tindak lanjut, Pertamina akan melakukan uji laboratorium dengan sampel Pertalite dari Fuel Terminal Tuban untuk memastikan mutu dan spesifikasi produk.

4. Pertamina Buka 15 Posko Pengaduan

Untuk menampung keluhan masyarakat, Pertamina membuka 15 posko pengaduan di berbagai SPBU di Jawa Timur, antara lain:

5. Polisi dan Pemerintah Turun Tangan

Pihak kepolisian turut melakukan sidak ke sejumlah SPBU untuk memastikan tidak ada penyimpangan distribusi bahan bakar.

Polresta Sidoarjo, Polresta Malang Kota, dan Polres Gresik melakukan inspeksi ke beberapa lokasi.

“Kami akan menggandeng Pertamina untuk melakukan pengecekan di sejumlah SPBU di Kota Malang,” ujar Kompol Muhammad Soleh, Kasatreskrim Polresta Malang Kota.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al Qarni menegaskan sidak dilakukan guna memastikan tidak ada BBM oplosan di wilayahnya.

“Kami mengecek langsung kandungan BBM Pertalite dan tempat penampungannya. Tujuannya untuk menjawab keresahan masyarakat dan memastikan tidak ada BBM oplosan,” ujarnya.

6. Menteri ESDM: Pertamina Wajib Tanggung Jawab

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan Pertamina akan menanggung biaya perbaikan motor masyarakat jika terbukti rusak akibat kualitas Pertalite yang bermasalah.

“Kalau memang itu benar rusak, saya minta nanti Pertamina untuk menanggung semuanya,” tegas Bahlil di Universitas Muhammadiyah Malang, Rabu (29/10).

Namun, ia menambahkan bahwa pemerintah masih menunggu hasil kajian resmi terkait kebenaran laporan tersebut.

Bahlil bahkan sempat meninjau langsung kualitas BBM di salah satu SPBU di Kabupaten Malang bersama Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kualitas BBM masih sesuai standar.

“Saya sudah minta Pertamina membuka pos pengaduan dan akan cek langsung kadar masalahnya,” pungkas Bahlil.(np)

Editor : Nur Pramudito
#bahlil #Motor brebet setelah isi Pertalite #pertamina #pertalite #jatim #motor brebet #Motor brebet massal #brebet