Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

KemenP2MI dan Kemenkop Sinergi Wujudkan Koperasi Pekerja Migran untuk Keberlanjutan Purnamigran, Tingkatkan Kesejahteraan Pasca-Penempatan

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 31 Oktober 2025 | 23:59 WIB

Menteri P2MI Mukhtarudin dan Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menekankan pentingnya sinergi antarkementerian untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja migran pasca-penempatan.
Menteri P2MI Mukhtarudin dan Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menekankan pentingnya sinergi antarkementerian untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja migran pasca-penempatan.


RADARSOLO.COM
- Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menggandeng Kementerian Koperasi RI (Kemenkop) untuk mewujudkan koperasi pekerja migran sebagai instrumen keberlanjutan kerja bagi para purnamigran.

KemenP2MI dan Kemenkop telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), dan kini rencananya ditingkatkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih operasional.

Menteri P2MI Mukhtarudin menekankan pentingnya sinergi antarkementerian untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja migran pasca-penempatan.

"Sinergitas ini penting, artinya dengan Kementerian Koperasi, tentu kita mendorong terbentuknya koperasi pekerja migran sesuai dengan harapan Kemenkop saat ini,” ujar Mukhtarudin.

Ditambahkannya, MoU telah selesai, kini tinggal meningkatkan kerja sama melalui perjanjian kerja sama (PKS).

“Tingkatan berikutnya adalah PKS agar lebih konkret di lapangan,” kata Mukhtarudin.

Selain itu, salah satu fokus utama dari pemerintahan Presiden Prabowo adalah program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan mencapai 81 ribu unit di seluruh Indonesia.

Program tersebut, kata Menteri Mukhtarudin harus terintegrasi dengan 23 BP3MI (Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) yang akan menjadi pusat pelatihan dan pendampingan para pekerja migran di daerah.

Mukhtarudin juga menyampaikan bahwa MoU dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk program Desa Migran Emas, yang saat ini menunggu payung hukum.

Selain itu, Kementerian P2MI saat ini fokus pada pemberdayaan purnamigran melalui literasi keuangan bagi keluarga di tanah air.

"Kami mohon dukungan dan siap bekerja sama dalam sosialisasi serta edukasi. Karena pekerja migran purna ini memiliki keunggulan kompetitif, yakni skill, pengalaman, dan kemampuan bahasa," pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono: Koperasi Pekerja Migran Solusi Strategis Hindari 'Turun Pangkat' 

Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menyoroti fenomena umum di kalangan purna migran.

Baca Juga: Jateng Fokus Lindungi Pekerja Migran, Gubernur Luthfi Siapkan Strategi Pendampingan

“Biasanya, setelah pulang dari negara penempatan, mereka kembali ke daerah masing-masing dan ‘turun pangkat’ lagi. Uangnya tidak tahu mau dikemanakan,” ungkap Ferry.

Menurutnya, Koperasi Pekerja Migran menjadi solusi strategis. “Uang itu justru bisa dikembangkan agar bermanfaat jangka panjang. Kami sangat mendukung Kementerian P2MI dalam pembentukan koperasi ini,” tegas Ferry.

Ferry juga menekankan peran Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen edukasi dan pemberdayaan di daerah.

 

Baca Juga: Mandiri Sahabatku Lahirkan Wirausaha Potensial dari Pekerja Migran Indonesia

“Harapan ke depan, pekerja migran purna menjadi anggota koperasi. Mereka punya kelebihan, bahasa, pengalaman, dan bisa menjadi akselerator kemajuan pasca-penempatan,” paparnya.

Sinergi ini juga mendukung program prioritas pemerintah seperti Sekolah Rakyat dan makan bergizi gratis (MBG) yang akan diintegrasikan dalam ekosistem koperasi desa untuk mendukung ketahanan pangan dan pendidikan keluarga migran.

Dengan kolaborasi ini, pemerintah berharap para purna pekerja migran tidak hanya pulang dengan uang, tetapi juga dengan modal usaha, keterampilan, dan jaringan yang berkelanjutan untuk membangun masa depan keluarga dan desa. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#kesejahteraan #purnamigran #sinergi #kemenkop #KemenP2MI #pekerja migran