RADARSOLO.COM - Puasa Senin Kamis adalah ibadah puasa sunah yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis.
Jika dilakukan secara rutin selama sebulan, maka seseorang akan berpuasa sebanyak delapan kali.
Menurut penjelasan Dr. Wahbah az-Zuhaili, para ulama sepakat bahwa puasa ini termasuk sunah.
Artinya, orang yang melakukannya akan memperoleh pahala, sedangkan yang meninggalkannya tidak berdosa.
Sebagaimana puasa pada umumnya, seperti dikutip dari NU Online (Senin, 2 November 2025), waktu membaca niat puasa Senin-Kamis adalah pada malam hari, yaitu mulai dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar.
Berikut lafal niatnya:
Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta‘âlâ."
Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta‘âlâ."
Karena termasuk puasa sunah, seseorang yang lupa berniat pada malam hari masih diperbolehkan berniat di siang hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Niat siang hari ini dapat dilakukan sejak pagi hingga sebelum waktu zuhur.
Berikut lafal niatnya jika dibaca pada siang hari:
Puasa Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya berniat puasa sunah hari Senin ini karena Allah ta‘âlâ.”
Puasa Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya berniat puasa sunah hari Kamis ini karena Allah ta‘âlâ.”
Keutamaan Puasa Senin Kamis
-
Kebiasaan Rasulullah ﷺ
Dari Siti ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
“Nabi ﷺ senantiasa menjaga puasa Senin dan Kamis.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad) -
Hari penyetoran amal manusia
Hari Senin dan Kamis merupakan waktu di mana amal-amal manusia diangkat dan disetorkan kepada Allah.
Maka, sangat mulia jika amal kita disetorkan dalam keadaan berpuasa.
-
Dibukanya pintu-pintu surga
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah akan diampuni, kecuali orang yang masih berselisih dengan saudaranya.” (HR. Muslim No. 4652) -
Hari lahir dan wafat Rasulullah ﷺ
Hari Senin juga merupakan hari kelahiran dan wafatnya Rasulullah ﷺ. Dalam hadits disebutkan:
“Ketika ditanya tentang puasa hari Senin, Nabi menjawab, ‘Itulah hari aku dilahirkan dan hari ketika wahyu pertama kali diturunkan kepadaku.’” (HR. Muslim No. 1162)
Waktu Pelaksanaan Puasa Senin Kamis
Puasa Senin-Kamis dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti:
-
Hari raya Idulfitri (1 Syawal),
-
Hari raya Iduladha (10 Dzulhijjah),
-
Hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah),
-
Separuh akhir bulan Sya’ban,
-
Serta hari yang diragukan (30 Sya’ban).
Namun, jika seseorang memang sudah terbiasa berpuasa Senin-Kamis, maka tidak masalah tetap melaksanakannya meskipun bertepatan dengan separuh akhir bulan Sya’ban.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah ﷺ:
“Janganlah salah seorang di antara kalian mendahului Ramadan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi orang yang memang biasa berpuasa pada hari itu.” (Muttafaq ‘alaih)
Dengan memahami bacaan niat, tata cara, serta keutamaan puasa Senin-Kamis, semoga kita dapat lebih menghayati ibadah ini dan meraih pahala serta keberkahannya.
Selamat menunaikan puasa sunah Senin Kamis!(np)
Editor : Nur Pramudito