Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Siapa Teuku Faisal Fathani? Kepala BMKG Baru, Penemu Alat Deteksi Longsor yang Diakui Dunia, Ini Jejak Hebatnya

Syahaamah Fikria • Selasa, 4 November 2025 | 01:52 WIB
Prof Teuku Faisal Fathani (kiri) dilantik sebagai Kepala BMKG yang baru.
Prof Teuku Faisal Fathani (kiri) dilantik sebagai Kepala BMKG yang baru.

RADARSOLO.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi memiliki pemimpin baru.

Guru Besar Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Teuku Faisal Fathani, ditunjuk menggantikan Prof Dwikorita Karnawati yang memasuki masa purnatugas setelah tujuh tahun memimpin lembaga tersebut.

Serah terima jabatan berlangsung di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Jakarta, Senin (3/11/2025). Dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Duddy Purwagandhi.

Akademisi UGM yang Dikenal Dunia

Lahir di Banda Aceh, 26 Mei 1975, Teuku Faisal dikenal luas sebagai pakar kebencanaan dan akademisi terkemuka.

Ia meraih gelar PhD di bidang Geoteknik dan Rekayasa Sabo dari Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang, serta melanjutkan post-doctoral di Public Policy Center, The University of Iowa.

Karier akademisnya mencapai puncak ketika ia dikukuhkan sebagai profesor UGM pada tahun 2017.

Faisal juga sempat menjabat sebagai Plt Direktur di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Serta terlibat aktif di berbagai lembaga internasional seperti serta konsorsium global pengurangan risiko bencana.

Penemu GAMA-EWS, Alat Pendeteksi Longsor Karya Anak Bangsa

Nama Teuku Faisal mulai dikenal luas setelah menciptakan alat pendeteksi longsor GAMA-EWS (Gadjah Mada Early Warning System), sebuah sistem peringatan dini bencana berbasis sensor.

Teknologi ini menggabungkan sejumlah perangkat seperti penakar hujan, ekstensiometer, tiltmeter, dan pemantau muka air tanah, yang bekerja memantau potensi gerakan tanah secara real time.

Menariknya, alat tersebut tidak berhenti di level penelitian. Melainkan telah diimplementasikan di 32 provinsi di Indonesia dan diadaptasi di beberapa negara lain.

Inovasi GAMA-EWS telah mendapatkan lima hak paten, dan bahkan diakui sebagai Standar Nasional Indonesia (SNI) serta standar internasional (ISO).

Temuan ini menjadikan Faisal sebagai salah satu ilmuwan Indonesia yang berhasil membawa riset kampus ke level penerapan global.

Rekam Jejak dan Pengabdian

Selain dikenal di dunia akademik, Faisal juga memiliki rekam jejak kuat dalam organisasi.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) periode 2020–2023, dan merupakan bagian dari angkatan pertama Taruna Nusantara (TN 1).

Dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan dan kemanusiaan diganjar berbagai penghargaan prestisius.

Ia pernah dinobatkan sebagai Dosen Berprestasi Nasional 2013 oleh Kemendikbud, serta menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X dan XX Tahun dari Presiden RI.

Tongkat Estafet dari Dwikorita Karnawati

Pergantian pucuk pimpinan BMKG ini menandai berakhirnya masa jabatan Prof Dwikorita Karnawati, yang telah memimpin lembaga tersebut sejak 3 November 2017.

Di bawah kepemimpinannya, BMKG mengalami banyak modernisasi.

Mulai dari penguatan sistem peringatan dini bencana berbasis sains, digitalisasi data cuaca, hingga kerja sama global dengan World Meteorological Organization (WMO).

Dwikorita juga dikenal sebagai rektor perempuan pertama UGM dan memiliki peran besar dalam mengembangkan kapasitas peneliti muda BMKG agar bisa menempuh pendidikan doktoral di universitas ternama seperti Oxford University, Inggris. (ria)

 

 

Editor : Syahaamah Fikria
#dwikorita karnawati #kepala bmkg #SMA Taruna Nusantara #BMKG #alat deteksi longsor #Teuku Faisal Fathani #profil #ilmuwan