RADARSOLO.COM - Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, publik mulai menantikan siapa saja tokoh yang akan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.
Informasi terbaru menyebutkan, daftar nama calon penerima gelar kehormatan tersebut sudah berada di meja Presiden.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa ada 49 nama tokoh yang diajukan sebagai penerima gelar pahlawan.
Usulan ini diserahkan kepada Presiden melalui Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon.
“Dari Dewan Gelar sudah diserahkan ke Presiden. Pak Fadli Zon sudah menghadap Presiden untuk menyerahkan nama-nama yang memenuhi syarat,” ujar Gus Ipul di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
49 Calon Pahlawan, 24 Nama Masuk Prioritas
Gus Ipul menjelaskan bahwa daftar yang dikirim terdiri dari 40 usulan baru dan 9 nama lama yang sebelumnya belum diputuskan.
Di antara tokoh yang masuk dalam daftar terdapat nama besar seperti Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga Marsinah, aktivis buruh yang tewas dalam aksi advokasi buruh
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menuturkan, dari total 49 nama yang diajukan, 24 nama di antaranya masuk daftar prioritas untuk diputuskan Presiden.
“Kita sudah menyampaikan 24 nama dari 49 yang menurut Dewan GTK telah diseleksi dan dapat menjadi prioritas,” kata Fadli Zon.
Fadli tidak menjawab secara spesifik apakah nama Soeharto termasuk dalam prioritas tersebut.
Namun ia menegaskan bahwa seluruh nama sudah memenuhi kriteria sesuai aturan.
“Termasuk Soeharto. Nama beliau sudah tiga kali diusulkan,” ujarnya.
Hal yang sama juga berlaku untuk Gus Dur dan Marsinah, yang dinilai memenuhi syarat sebagai simbol perjuangan dan keberanian.
Presiden Prabowo diperkirakan akan mengumumkan nama penerima Gelar Pahlawan Nasional sesaat sebelum Hari Pahlawan 10 November 2025.
Daftar 40 Nama Tokoh yang Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional
Berikut daftar lengkap 40 tokoh yang masuk usulan calon pahlawan nasional dari berbagai provinsi:
- H.M. Soeharto – Jawa Tengah
- K.H. Abdurrahman Wahid – Jawa Timur
- Marsinah – Jawa Timur
- Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf – Sulawesi Selatan
- Drs. Franciscus Xaverius Seda – Nusa Tenggara Timur
- Andi Makkasau Parenrengi Lawawo – Sulawesi Selatan
- Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara
- Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma – Jawa
- K.H. Wasyid – Banten
- Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati – Jawa Tengah
- K.H. Muhammad Yusuf Hasyim – Jawa Timur
- Demmatande – Sulawesi Barat
- KH. Abbas Abdul Jamil – Jawa Barat
- Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – Sumatera Barat
- Abdoel Moethalib Sangadji – Maluku
- Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin – DKI Jakarta
- Letnan Kolonel (Anumerta) Charles Choesj Taulu – Sulawesi Utara
- Mr. Gele Harun – Lampung
- Letkol Moch. Sroedji – Jawa Timur
- Prof. Dr. Aloei Saboe – Gorontalo
- Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng – Jawa Tengah
- Mahmud Marzuki – Riau
- Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar – Aceh
- K.H. Sholeh Iskandar – Jawa Barat
- Syekh Sulaiman Ar-Rasuli – Sumatera Barat
- Zainal Abidin Syah – Maluku Utara
- Prof. Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy – Maluku
- Chatib Sulaiman – Sumatera Barat
- Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri – Sulawesi
- K.H. Bisri Syansuri – Jawa
- Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat
- H.B. Jassin – Gorontalo
- Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja – Jawa Barat
- M. Ali Sastroamidjojo – Jawa Timur
- dr. Kariadi – Jawa Tengah
- R.M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo – Jawa Tengah
- Basoeki Probowinoto – Jawa Tengah
- Raden Soeprapto – Jawa Tengah
- Mochamad Moeffreni Moe’min – DKI Jakarta
- Syekhona Muhammad Kholil – Jawa Timur