Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Permintaan Maaf Gus Elham Yahya Usai Videonya Cium Anak Perempuan saat Dakwah Tuai Kritik Tajam, MUI hingga Kemenag Turun Tangan

Syahaamah Fikria • Kamis, 13 November 2025 | 04:12 WIB
Gus Elham Yahya saat menyampaikan permintaan maaf usai video viral cium anak perempuan saat dakwah.
Gus Elham Yahya saat menyampaikan permintaan maaf usai video viral cium anak perempuan saat dakwah.

RADARSOLO.COM – Pendakwah muda asal Kediri, Gus Elham Yahya, akhirnya meminta maaf secara terbuka setelah aksinya mencium pipi hingga bibir anak kecil perempuan saat dakwah viral dan menuai gelombang kritik publik.

Aksi tersebut tak hanya menuai kecaman dari netizen lantaran dinilai sebagai bentuk pelecehan, tapi juga mendapat perhatian serius dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga Kementerian Agama (Kemenag).

Dalam video permintaan maaf yang diunggah di akun Instagram @kediriraya_info, Gus Elham mengaku menyesal dan mengakui tindakannya sebagai bentuk kekhilafan.

Ia menyampaikan permohonan maaf didampingi sejumlah orang dari lingkaran majelis taklimnya.

“Dengan penuh kerendahan hati saya, Muhammad Ilham Yahya, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya video yang menimbulkan kegaduhan,” ujar Gus Elham dalam pernyataannya.

Pendakwah yang juga pengurus Majelis Taklim Ibadallah itu mengaku bahwa video yang beredar merupakan video lama dan telah dihapus dari seluruh platform media sosial miliknya.

Ia menjelaskan, anak-anak dalam video tersebut berada di bawah pengawasan orang tua yang hadir sebagai jamaah dalam pengajiannya.

“Saya akui hal tersebut adalah kekhilafan dan kesalahan pribadi saya. Saya berkomitmen untuk memperbaiki diri dan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar tidak mengulang hal serupa di masa mendatang,” ujarnya.

Selain itu, dia juga berjanji ke depan akan melakukan dakwah secara lebih bijak, sesuai dengan norma agama, etika dan budaya bangsa.

"Saya bertekad menyampaikan dakwah yang menjunjung tinggi akhlak karimah," ucap dia.

MUI Ingatkan Harus Tegas

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M. Cholil Nafis, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan Gus Elham tidak pantas dilakukan siapa pun, terlebih oleh seorang pendakwah atau figur publik di lingkungan pesantren.

“Perbuatan itu tidak patut dilakukan oleh siapa pun, apalagi seorang pendakwah atau juga orang pesantren, bahkan mungkin anaknya kyai. Tidak ada yang membenarkan tindakan seperti itu,” kata Kyai Cholil melalui laman MUI Digital.

Menurutnya, seorang pendakwah harus berhati-hati dalam bersikap dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa kepantasan dan kesopanan merupakan bagian penting dari dakwah.

“Seorang dai tidak cukup hanya menghindari yang haram dan menjalankan yang wajib. Kepantasan juga menjadi ukuran moral di mata publik,” tegasnya.

Cholil juga meminta para orang tua untuk tidak segan bersikap tegas terhadap siapa pun yang melakukan tindakan tidak pantas kepada anak-anak.

“Meskipun dia gus, siapa pun dia, orang tua harus berani bersikap. Apalagi kalau pelakunya perokok, tentu kurang sehat bagi anak kecil,” ujarnya menambahkan.

Kemenag Sebut Tidak Pantas

Pernyataan senada disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii.

Ia menilai tindakan Gus Elham tidak pantas dan menyalahi nilai-nilai dasar dalam dunia pendidikan dan dakwah.

“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas” tegas Romo Syafii di Gedung Parlemen DPR/MPR RI, Senayan, Selasa (11/11/2025), dikutip dari laman resmi Kemenag.go.id.

Romo Syafii menambahkan bahwa Kementerian Agama telah memiliki pedoman tegas tentang lingkungan ramah anak di madrasah dan pesantren, sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam.

“Ada SK dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak yang intinya agar anak-anak madrasah, anak-anak pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima,” tegasnya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#kemenag #Cholil Nafis #permintaan maaf #viral #dakwah #pelecehan #video #gus elham yahya #mui