Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Silsilah Istri, Mantan Istri dan Anak-Anak Pakubuwono XIII: Konflik Rebutan Takhta Keraton Solo Memuncak Jelang Jumenengan PB XIV

Syahaamah Fikria • Sabtu, 15 November 2025 | 03:28 WIB
Pakubuwono XIII Wafat, Begini Sakralnya Prosesi Pemandian Jenazah Raja Keraton Surakarta di Masjid Pujasumo
Pakubuwono XIII Wafat, Begini Sakralnya Prosesi Pemandian Jenazah Raja Keraton Surakarta di Masjid Pujasumo

RADARSOLO.COM – Keraton Kasunanan Surakarta kembali diguncang prahara perebutan takhta.

Perselisihan lama memanas setelah wafatnya Pakubuwono XIII, yang meninggalkan dua putra laki-laki dari ibu berbeda.

Kedua pangeran itu kini sama-sama diproyeksikan menjadi raja penerus, memecah kerabat keraton ke dalam dua kubu yang berseberangan.

Sumber konflik bermula dari perbedaan dukungan atas siapa yang berhak menyandang gelar Pakubuwono XIV (PB XIV).

Di satu sisi, Putra Mahkota KGPAA Hamangkunegoro atau Gusti Purbaya telah mengikrarkan diri sebagai penerus takhta Keraton Solo.

GKR Timoer Rumbay Dewayani, putri tertua mendiang PB XIII bahkan telah menyiapkan Jumenengan Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV dan Kirab Agung yang akan melantik Gusti Purbaya sebagai PB XIV pada Sabtu (15/11/2025).

Di sisi lain, kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) yang dipimpin GKR Wandansari Koes Murtiyah atau Gusti Moeng, adik PB XIII, mengusung KGPH Hangabehi.

KGPH Hangabehi merupakan putra tertua PB XIII, dari istri kedua yang telah diceraikan sebelum penobatan raja.

LDA Boikot Jumenengan PB XIV

Gusti Moeng menegaskan pihaknya tidak akan menghadiri jumenengan Gusti Purbaya.

Bagi kubu LDA, KGPH Hangabehi adalah satu-satunya penerus sah PB XIII.

“Biar saja mereka mau jalan. Kami berpegang pada adat 40 atau 100 hari. Kami tidak akan hadir, begitu pula Hangabehi. Bagi keluarga besar, acara jumenengan mereka tidak sah,” tegas Gusti Moeng.

Ia menambahkan bahwa keluarga besar pendukung Hangabehi sepakat menolak pelantikan Purbaya, karena mereka telah memiliki keputusan tersendiri tentang suksesi.

Kubu GKR Timoer Tegaskan Gusti Purbaya Penerus Takhta

Berbeda dengan LDA, Gusti Timoer menegaskan seluruh putra-putri PB XIII sebelumnya telah sepakat bahwa Putra Mahkota KGPAA Hamangkunegoro atau Purbaya adalah penerus takhta.

Ia menyebut pertemuan LDA yang mengusung KGPH Hangabehi tidak dapat dianggap sah.

“Pertemuan itu cacat hukum. Tidak mewakili kami sebagai putra-putri PB XIII karena hanya Mangkubumi (Hangabehi) yang hadir,” ujar GKR Timoer.

Ia menyebut dari 23 putra-putri PB XIII yang diundang, hanya enam yang hadir dan dua di antaranya bahkan memilih walkout.

“Silakan nilai sendiri dari segi hukum dan adat,” tambahnya.

Gusti Timoer juga menegaskan bahwa sebelum PB XIII wafat, keluarga telah membuat kesepakatan resmi mengenai suksesi.

Kesepakatan itu bahkan disaksikan pejabat pemerintah, antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Wali Kota Solo Respati Ardi.

Silsilah Istri, Mantan Istri dan Anak-Anak Pakubuwono XIII

Untuk memahami akar konflik, berikut silsilah lengkap PB XIII beserta istri, mantan istri, anak-anak, dan cucu-cucunya:

Pernikahan Pakubuwono XIII

PB XIII menikah tiga kali:

1. KRAy. Endang Kusumaningdyah (Nuk Kusumaningdyah)
– Bercerai sebelum PB XIII naik takhta

2. KRAy. Winari (Winari Sri Haryani)
– Bercerai sebelum naik takhta

3. GKR Pakubuwana (Asih Winarni/KRAy Adipati Pradapaningsih)
– Istri sekaligus permaisuri PB XIII

Anak-Anak PB XIII (7 orang)

Putra:

KGPH Hangabehi (GPH Mangkubumi / GRM Suryo Suharto)
– Putra dari KRAy Winari
– Raja versi LDA

KGPAA Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram (KGPAA Hamangkunegoro/KGPH Purbaya)
– Putra dari GKR Pakubuwana
– Putra mahkota, calon PB XIV versi keluarga inti dan GKR Timoer

Putri:

GKR Timoer (GRAy Rumbai Kusuma Dewayani) – dari KRAy Endang Kusumaningdyah

GRAy Devi Lelyana Dewi – dari KRAy Endang Kusumaningdyah

GRAy Dewi Ratih Widyasari – dari KRAy Endang Kusumaningdyah

BRAy Sugih Oceania – dari KRAy Winari

GRAy Putri Purnaningrum – dari KRAy Winari

Cucu-Cucu PB XIII (7 orang):

BRM Pramuditho Adiwiwoho

BRAj Shayna Lelyana

BRM Noah Satrio

BRM Yudhistira Rachmat Saputro

BRM Hersar Dewa

BRAj Arumi Larasati

BRM Suryo Wijaya Basudewa

Konflik Berebut Takhta Masih Berlanjut

Dengan dua pangeran yang sama-sama dinyatakan sebagai calon PB XIV oleh dua kubu yang berbeda, konflik suksesi di Keraton Solo tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Prosesi jumenengan Gusti Purbaya pada Sabtu (15/11/2025) besok, menjadi titik krusial yang dapat menentukan arah masa depan Keraton Surakarta—apakah akan kembali bersatu, atau justru semakin terbelah. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#pb xiv #silsilah #gusti purbaya #Istri Pakubuwono XIII #KGPH Hangabehi #PB XIII #raja keraton solo #anak raja Solo #Pakubuwono XIII #Pakubuwono XIV