RADARSOLO.COM - Penyaluran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 4 sebesar Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga 20 November, progres nasional diperkirakan telah menembus 60–70 persen, dengan sejumlah provinsi melaju sangat cepat.
Percepatan penyaluran banyak ditentukan oleh kesiapan bank-bank penyalur.
BRI dan BNI menjadi dua bank BUMN yang paling agresif dalam pencairan.
Bank Mandiri masih terus mengejar, sementara wilayah berbasis syariah—termasuk Aceh—mengandalkan Bank Syariah Indonesia (BSI) yang menyalurkan BPNT bersamaan dengan BLT Kesra.
Di sisi lain, wilayah yang penyalurannya mengandalkan PT Pos Indonesia mengalami progres lebih lambat, terutama daerah dengan kondisi geografis menantang.
Pulau Jawa dan Aceh: Progres Penyaluran Tercepat
Mengacu data lapangan yang dihimpun dari kanal YouTube Info Bansos, berikut gambaran terbaru per provinsi:
1. Jawa Timur – Tercepat di Pulau Jawa
Progres penyaluran mencapai sekitar 80 persen, dengan estimasi 1 juta KPM sudah menerima manfaat BPNT tahap 4.
2. Jawa Barat – Bandung Barat, Depok, Bogor
Kecepatan penyaluran mencapai 70–80 persen untuk sekitar 500.000 KPM.
Wilayah ini juga mencairkan BPNT bersamaan dengan PKH, sehingga pergerakan lebih masif.
3. Jawa Tengah – Sragen, Kendal, Semarang
Progres berada pada 60–70 persen, menjangkau sekitar 800.000 KPM.
4. DKI Jakarta & Banten
Penyaluran melalui BNI dan Mandiri mencatat progres sekitar 65 persen, dengan lebih dari 300.000 KPM telah menerima bantuan.
Papua Baru 40 Persen: Tantangan Geografis Masih Jadi Hambatan
Berbeda dari wilayah barat, Papua masih menghadapi progres paling lambat.
Penyaluran melalui PT Pos Indonesia baru menyentuh sekitar 40 persen bagi hampir 100.000 KPM.
Kendala geografis, akses transportasi terbatas, dan distribusi logistik menjadi faktor utama keterlambatan.
Pemerintah bersama bank penyalur menyatakan terus mempercepat proses ini dan menargetkan seluruh KPM dapat menerima BPNT tahap 4 dalam waktu dekat.(np)
Editor : Nur Pramudito