RADARSOLO.COM - Kasus dugaan korupsi pajak periode 2016–2020 kembali menyeruak dan menjadi perhatian publik setelah Kejaksaan Agung melakukan serangkaian langkah hukum.
Salah satu yang menyita perhatian adalah pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap sejumlah nama, termasuk Victor Hartono, Direktur Utama PT Djarum, yang disebut ikut dicekal dalam proses penyidikan.
Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham mengonfirmasi bahwa lembaganya telah menerima permohonan resmi dari Kejaksaan Agung.
Berkas itu masuk pada 14 November 2025 dan berisi lima nama yang diminta untuk dicegah.
"Betul, salah satu yang diminta dicekal oleh Kejagung adalah Ken Dwijugiasteadi," kata Plt Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman, Kamis, 20 November 2025.
Selain Ken, daftar tersebut juga mencantumkan nama Victor Rachmat Hartono, pimpinan PT Djarum; Karl Layman dari Ditjen Pajak; Heru Budijanto Prabowo, seorang konsultan pajak; serta Bernadette Ning Dijah Paraningrum dari KPP Madya Semarang.
Yuldi menjelaskan bahwa seluruh nama itu dikenai pencegahan reguler terkait dugaan tindak pidana korupsi pajak dan sudah tercatat dalam sistem keimigrasian.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan adanya penggeledahan di sejumlah lokasi.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari investigasi dugaan pengurangan kewajiban pajak perusahaan pada periode 2016–2020.
Ia menyebut kasus ini turut menyeret oknum pegawai pajak, meskipun detail lokasi dan waktunya belum diungkap.
Dari pihak Kementerian Keuangan, DJP melalui Direktur P2Humas Rosmauli menegaskan masih menunggu keterangan resmi dari Kejagung.
DJP berjanji akan menyampaikan pembaruan apabila perkembangan terbaru sudah diterima.
Di balik meningkatnya minat publik terhadap kasus korupsi pajak tersebut, sosok Victor Hartono menjadi sorotan.
Pimpinan PT Djarum itu dikenal luas sebagai figur penting dalam dunia bisnis nasional, sehingga kabar dirinya dicekal berpergian ke luar negeri menimbulkan rasa penasaran publik.
Profil Singkat Victor Hartono
Victor Rachmat Hartono, B.Sc., M.B.A., merupakan putra sulung konglomerat Robert Budi Hartono dari Grup Djarum.
Ia lahir di Semarang pada 11 Februari 1972 dan menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat.
Setelah belajar Teknik di Santa Barbara City College (1989–1991), ia lulus sebagai Sarjana Teknik Mesin dari University of California San Diego pada 1994.
Empat tahun kemudian, ia meraih gelar MBA dari Kellogg School of Management, Northwestern University.
Kariernya dimulai pada 1994 sebagai Management Trainee di PT Djarum. Hanya setahun kemudian, ia naik menjadi Brand Manager sebelum akhirnya dipercaya menempati posisi Chief Operating Officer (COO) pada 1999.
Baca Juga: 3 Fakta Baru Korupsi Pajak: Kejagung Geledah Rumah Pejabat, Oknum DJP Diduga Bermain
Di jabatan itu, Victor mendorong diversifikasi usaha dan memperkuat ekspansi perusahaan ke berbagai sektor strategis.
Sejak 2010, Victor memimpin Djarum Foundation sebagai Presiden Direktur.
Ia aktif mendorong program sosial, pendidikan, dan olahraga, khususnya bulu tangkis.
Ia juga terlibat dalam pengembangan sepak bola wanita di Indonesia.
Di kehidupan pribadi, Victor memiliki hobi bulu tangkis, berenang, dan fotografi. Pada 2014, ia menikah dengan Amelia Santoso, putri Benny Setiawan Santoso dari Salim Group.
Meski tak ada data resmi mengenai kekayaannya, ayahnya, Robert Budi Hartono, tercatat memiliki kekayaan hingga US$20,8 miliar dan masuk daftar 108 orang terkaya dunia versi Forbes pada Agustus 2025.
Dengan pengaruh besar di dunia usaha, masuknya nama Victor Hartono dalam daftar orang yang dicekal ke luar negeri karena dugaan korupsi pajak tentu menjadi pusat perhatian.
Kasus ini masih berjalan dan publik menunggu langkah berikutnya dari Kejagung dan DJP sembari menantikan kejelasan proses hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat.(np)
Editor : Nur Pramudito