Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Mengapa AKBP Basuki Masukkan Dosen Untag Dwinanda Linchia Levi Satu KK dengan Istri dan Anaknya? Keluarga Syok saat Urus Surat Kematian

Syahaamah Fikria • Sabtu, 22 November 2025 | 03:07 WIB
Siapa AKBP Basuki? Perwira yang Diperiksa Propam Polda Jateng Terkait Kasus Kematian Dosen Untag Semarang Dwinanda Linchia Levi
Siapa AKBP Basuki? Perwira yang Diperiksa Propam Polda Jateng Terkait Kasus Kematian Dosen Untag Semarang Dwinanda Linchia Levi

RADARSOLO.COM – Misteri kematian dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi, terus memunculkan fakta baru yang makin mencengangkan publik.

Terbaru, keluarga korban mengungkap bahwa Levi tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) milik AKBP Basuki, lengkap bersama nama istri sah dan anaknya.

Fakta ini terungkap ketika keluarga hendak mengurus surat atau akta kematian Levi.

Namun, data administrasi yang muncul justru KK milik AKBP Basuki, Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng.

Temuan ini menambah panjang daftar kejanggalan dalam hubungan Basuki dengan Levi, yang ditemukan meninggal tanpa busana di kamar hotel Gajahmungkur, Semarang, Senin (17/11/2025).

Kenapa Levi Ada di KK Basuki?

Kuasa hukum keluarga, Zainal Abidin Petir, menceritakan bagaimana keanehan itu pertama kali diketahui.

Diceritakan, usai kematian Levi yang meninggal tanpa busana di kamar hotel Gajahmungkur, Semarang, Senin (17/11/2025), kakaknya hendak mengurus akta kematian di kantor layanan administrasi, petugas meminta KK almarhumah.

Tanpa diketahui keluarga, ternyata Levi justru muncul dalam data keluarga Basuki, bukan keluarga kandungnya.

“Saya dampingi kakaknya mengurus akta kematian. Saat dicek, nama AKBP Basuki muncul sebagai kepala keluarga. Itu yang membuat administrasi jadi terhambat,” kata Zainal.

Kejadian itu membuat keluarga bingung sekaligus terpukul.

Status Levi sebagai penghuni KK orang lain, bahkan bersama istri dan anak Basuki, membuat dokumen kematian tidak bisa diproses secara normal.

Lantas, mengapa Basuki nekat memasukkan Levi dalam KK-nya bersama istri sah dan anaknya?

Zainal Abidin menuturkan, Basuki mengaku memasukkan nama Levi ke dalam KK demi mempermudah pembuatan KTP Semarang.

Hal ini mengingat Levi yang bekerja sebagai dosen Untag Semarang itu berasal dari Purwokerto.

Meski demikian, Zainal menilai, semestinya hal itu tak perlu dilakukan. Sebab, Levi bisa membuat KK sendiri tanpa harus digabung dengan rumah tangga Basuki.

“Kalau sekadar bantu domisili, cukup buat KK terpisah. Kenapa harus digabung di KK AKBP Basuki yang isinya Basuki, istri, dan anaknya?” ujar Zainal heran.

Sudah Tinggal Serumah Bertahun-tahun

Hasil gelar perkara Propam Polda Jateng mengungkap, AKBP Basuki dan Dwinanda Linchia Levi sudah tinggal bersama dalam satu atap selama bertahun-tahun tanpa status pernikahan.

Levi diketahui menempati kamar 210 di Hotel Gajahmungkur selama sekitar dua tahun, dan Basuki disebut sering berada di lokasi itu.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyebut, hubungan keduanya sudah terjalin sejak 2020.

“Itu pelanggaran berat kode etik Polri, terutama terkait kesusilaan dan perilaku,” tegas Artanto. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#tinggal bersama #viral #KK #misteri kematian #AKBP Basuki #Dosen Untag #Dwinanda Linchia Levi #polda jateng