Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gibran Pidato Bahasa Inggris di Indonesia–Africa CEO Forum Sebelum Naik Podium KTT G20 Afrika Selatan: Apa Isinya?

Syahaamah Fikria • Minggu, 23 November 2025 | 01:35 WIB
Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadiri Indonesia-Afrika CEO Forum di Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat sore waktu setempat (21/11/2025).
Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadiri Indonesia-Afrika CEO Forum di Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat sore waktu setempat (21/11/2025).

RADARSOLO.COM – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka langsung tancap gas sampaikan pidato dengan bahasa Inggris, tak lama setelah pesawatnya mendarat di Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (21/11) sore.

Usai perjalanan udara hampir 11 jam, Gibran langsung menuju lokasi Indonesia–Africa CEO Forum.

Forum strategis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan para pimpinan bisnis Afrika Selatan.

Di forum yang juga dihadiri President of the South African Chamber of Commerce and Industry Mtho Xulu serta delegasi bisnis kedua negara tersebut, Gibran tampil naik ke podium dan menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris.

“Sebenarnya, saya baru tiba sekitar satu jam yang lalu. Penerbangannya memang panjang, tetapi saya sangat senang melihat Anda semua di sini,” ucap Gibran disambut tepuk tangan peserta forum.

Dalam pembukaannya, Gibran menyampaikan salam langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh delegasi Afrika Selatan.

Ia menegaskan bahwa forum CEO ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan ekonomi, sekaligus mempertegas komitmen kedua negara yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu bagian paling disorot dari pidatonya adalah pengumuman kebijakan bebas visa bersama bagi warga Afrika Selatan yang hendak masuk ke Indonesia.

“Kunjungan Presiden Ramaphosa beberapa minggu lalu ke Indonesia mencerminkan hubungan kerja sama erat antara kedua negara. Kedua Presiden sepakat pemberlakuan bebas visa, jadi saya pikir ini kabar baik. No more visa,“ kata Gibran.

Kebijakan ini disebut sebagai wujud konkret hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Cyril Ramaphosa yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta pada 22 Oktober lalu.

Dalam pidatonya, Gibran menegaskan bahwa Indonesia tidak sekadar memperkuat hubungan diplomatik, tapi juga membuka jalan bagi perluasan investasi strategis.

Ia menyebut Afrika Selatan sebagai mitra kunci dan pintu masuk Indonesia untuk penetrasi ke pasar Afrika.

Beberapa sektor prioritas yang disorot, yakni pertanian, energi dan ketahanan energi, industri strategis, teknologi dan manufaktur.

Indonesia, kata Gibran, siap berbagi pengalaman, kapasitas industri, sumber daya manusia, hingga akses pasar ASEAN kepada mitra Afrika.

Gibran juga mengapresiasi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) industri strategis antara kedua negara. Menurutnya, MoU tersebut menjadi fondasi penting bagi kolaborasi jangka panjang.

"Kami terbuka untuk membantu Anda semua karena Afrika adalah benua yang akan menentukan masa depan. Afrika berkembang sangat pesat dan penuh potensi. Afrika adalah masa depan dan Indonesia ingin membangun masa depan itu bersama Afrika," papar Gibran.

Gibran Akan Pidato di KTT G20

Wapres Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan tampil dalam tiga rangkaian sesi berbeda selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Berdasarkan jadwal resmi, Gibran akan naik ke podium pada urutan ke-13.

Ia dijadwalkan menyampaikan pidato usai giliran Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada sesi pembukaan.

Pada sesi perdana, para pemimpin dunia akan menyoroti tema besar mengenai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Agenda ini mencakup pembahasan peran perdagangan internasional, stabilitas keuangan global, hingga isu pelik seputar beban utang negara berkembang.

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki posisi strategis dalam diskusi tersebut karena kepentingannya dalam rantai ekonomi global.

Memasuki sesi kedua, pembahasan akan bergeser pada upaya membangun dunia yang lebih tangguh. Topiknya mencakup penanganan bencana, tantangan perubahan iklim, serta percepatan transisi energi yang adil bagi seluruh negara.

Dalam forum yang sama, sistem pangan dunia juga menjadi sorotan mengingat ancaman krisis ketahanan pangan yang terus menghantui banyak negara.

Di sesi terakhir, forum akan mengupas isu pekerjaan layak dan masa depan teknologi. Pembahasan mengenai tata kelola kecerdasan buatan serta dampaknya terhadap pasar tenaga kerja global menjadi agenda utama.

Indonesia menargetkan pembahasan ini dapat memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan lebih banyak pekerjaan berkualitas di tengah perkembangan teknologi yang cepat. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#ktt g20 #Pidato bahasa Inggris #afrika selatan #gibran rakabuming raka #pidato