Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sumut Berduka: 13 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Sejumlah Wilayah

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 26 November 2025 | 19:44 WIB
Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (24/11/2025).
Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Senin (24/11/2025).

RADARSOLO.COM-Bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan tinggi sejak Sabtu (22/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025) melanda 7 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut).

Dikutip dari antaranews.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut melaporkan, sedikitnya 13 korban meninggal dunia dan tiga orang masih dinyatakan hilang.

Kepala Bidang Penanganan Darurat Peralatan, dan Logistik BPBD Provinsi Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengonfirmasi data tersebut dari Medan, Rabu (26/11/2025).

Korban Meninggal Dunia di Dua Kabupaten

Total 13 korban meninggal dunia terpusat di dua kabupaten, yakni:

• Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel): 9 korban meninggal dunia, terdiri dari 6 orang di Kecamatan Batangtoru, 1 orang di Kecamatan Sipirok, dan 1 orang di Kecamatan Angkola Barat. Tapsel juga mencatat tiga orang masih dinyatakan hilang.

• Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng): 4 korban meninggal dunia yang merupakan warga Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis. Keempat korban tewas akibat tertimbun material longsor di dalam rumah mereka.

Selain korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan 37 orang mengalami luka-luka.
Data korban luka dan dampak di Kabupaten Tapanuli Tengah masih dalam tahap pendataan oleh tim gabungan di lapangan.

Dampak Kerusakan di Tujuh Wilayah

Bencana yang meliputi banjir dan tanah longsor ini melanda tujuh kabupaten/kota: Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Nias Selatan, dan Padangsidimpuan.

Rincian Kerusakan Properti dan Pengungsian:

• Tapanuli Selatan: Total 330 unit rumah rusak (12 rusak berat, 6 rusak sedang, 312 rusak ringan), serta 1 unit sekolah rusak.

• Mandailing Natal: Terdapat 561 kepala keluarga (2.244 jiwa) mengungsi. Selain itu, 13 unit rumah dan 1 unit sekolah rusak, serta 85 hektare lahan pertanian terendam banjir.


• Tapanuli Utara: Sebanyak 19 kepala keluarga tidur di pengungsian. Kerusakan mencakup 5 unit rumah rusak berat, 64 unit rumah rusak ringan, 4 titik ruas jalan rusak, dan 1 jembatan terputus.

• Nias Selatan: 1 rumah rusak berat dan 1 ruas jalan terganggu.

• Padangsidimpuan: 1 korban dinyatakan hilang dan 220 jiwa tinggal di pengungsian.

BPBD Provinsi Sumut telah mengerahkan personel dan logistik ke lokasi terdampak untuk penanganan darurat.

Bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem melanda empat kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) secara bertubi-tubi pada Senin (24/11/2025) dan Selasa (25/11/2025).

Empat wilayah yang terdampak meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa (sebagaimana dilaporkan sebelumnya) tetapi juga mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat secara luas.

Berdasarkan laporan sementara dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (26/11/2025), pukul 07.00, Kabupaten Sibolga menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak.

Hujan deras dalam durasi lebih dari dua hari memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Baca Juga: Rumah Mewah Senilai Miliaran di Karanganyar Dirobohkan Pemiliknya, Alasannya karena Masalah Keluarga

Dampak Banjir dan Longsor di Sibolga

1. Dampak Banjir: Banjir melanda Kelurahan Angin Nauli (Kecamatan Sibolga Utara), Kelurahan Aek Muara Pinang dan Aek Habil (Kecamatan Sibolga Selatan), serta Kelurahan Pasar Belakang dan Pasar Baru (Kecamatan Sibolga Kota).

Dari laporan visual, arus banjir mengalir deras, menghantam rumah, dan menyeret kendaraan. Arus air juga membawa material berat berupa lumpur, batang pohon, puing bangunan, hingga sampah rumah tangga.

2. Dampak Tanah Longsor: Tanah longsor dilaporkan terjadi di berbagai kelurahan, terutama di Kecamatan Sibolga Utara (Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, dan Sibual-buali), Sibolga Selatan (Parombunan dan Aek Mani), Sibolga Sambas (Pancuran Bambu, Pancuran Dewa, dan Pancuran Kerambil), serta Sibolga Kota (Pasar Belakang, Pasar Baru, dan Pancuran Gerobak). (*)

 

Editor : Tri wahyu Cahyono
#meninggal dunia #korban #tapanuli #banjir #sibolga #sumatera utara #sumut #longsor