RADARSOLO.COM – Nama Argi Budiansyah mendadak tuai dukungan luas publik usai nasibnya yang berakhir tragis sebagai petugas KAI, gegarap postingan viral seorang penumpang bernama Anita, yang curhat kehilangan tumbler di Commuter Line.
Di balik hiruk pikuk perbincangan netizen soal tumbler Anita yang hilang di Commuter Line, tersimpan kisah getir seorang petugas muda bernama Argi Budiansyah.
Nasibnya berubah seketika setelah postingan Anita di Threads yang curhat soal tumbler-nya yang hilang di Commuter Line.
Terlebih, dalam postingan itu Anita menuliskan kata-kata yang cukup tajam. Dengan menyebut tumbler-nya hilang karena tidak tanggung jawabnya petugas KAI.
Kini, Argi mengaku jika telah dipecat sebagai petugas KRL, imbas postingan viral Anita tersebut.
Siapa Argi Budiansyah?
Berdasarkan informasi yang beredar, Argi berusia 21 tahun.
Dia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dan menjadi satu-satunya tumpuan keluarganya di Bojong, Pandeglang.
Ia dibesarkan oleh seorang ibu tunggal setelah menjadi yatim.
Argi yang bekerja sebagai security, belum lama bergabung dengan KRL.
Dia resmi mulai bertugas sebagai petugas pelayanan Commuter Line pada 17 November 2025.
Bahkan, jadwal penandatanganan kontrak kerjanya baru akan dilakukan sebulan kemudian, tepatnya 17 Desember 2025.
Namun, semuanya berubah sebelum momen itu tiba.
"Sekarang pekerjaan saya di ujung tanduk (diberhentikan) karena bapak/istri bapak posting di salah satu media sosial. Demi Allah pak, bukan saya yang ambil tumbler tersebut," tulis Arga dalam pesan WhatsApp kepada Alvin, suami Anita.
Awal Masalah Tumbler Hilang Milik Anita
Polemik bermula dari tumbler milik penumpang bernama Anita yang tertinggal dan tidak ditemukan kembali.
Argi memang mengakui kelalaiannya, tetapi tak pernah menyangka kasus ini akan memunculkan nama dirinya sebagai sosok yang harus menanggung seluruh beban kesalahan.
Anita kemudian membuat utasan di akun Threads @anitadewl. Ia merasa ada indikasi pelanggaran SOP terkait penanganan barang hilang, sehingga memilih membawa persoalan ini ke ruang publik.
Bukan hanya sekadar curhat, utasan tersebut membuat Argi merasa diposisikan sebagai pihak yang bersalah.
Argi sendiri sebenarnya telah beritikad baik untuk mengganti tumbler yang hilang.
Hingga menawarkan diri untuk mendampingi proses laporan ke kepolisian agar bisa membuka CCTV KAI, seperti yang diinginkan Anita.
Namun, tawaran itu tak direspons baik oleh Anita maupun Alvin.
Hingga kemudian muncul postingan Argi yang mengaku telah kehilangan pekerjaannya imbas postingan viral Anita.
Dalam sekejap, gelombang dukungan mengalir untuk Argi di medsos. Netizen tak hanya menghujat dan mengutuk tindakan Anita maupun Alvin. Mereka juga mempertanyakan kebijakan KAI Commuter yang melakukan pemecatan secara sewenang-wenang.
Klarifikasi KAI Commuter
Setelah kabar “Argi dipecat” menyebar luas, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akhirnya mengeluarkan klarifikasi resmi.
Melalui Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, perusahaan menegaskan tidak pernah memecat Argi.
Karina menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran mengenai kronologi kejadian dan penyebab munculnya kesalahpahaman tersebut.
Ia menegaskan bahwa KAI tetap mengikuti aturan ketenagakerjaan dan bekerja sama dengan mitra pengelola petugas garda depan.
“Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi,” ujar Karina, Kamis (27/11/2025).
KAI juga menyampaikan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang, sembari mengimbau seluruh penumpang agar menjaga barang bawaan mereka masing-masing. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria