Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Siapa Dewi Astutik alias Mami? Gembong Penyelundupan Sabu 2 Ton Jaringan Golden Triangle Asal Ponorogo yang Lihai Berkamuflase

Syahaamah Fikria • Rabu, 3 Desember 2025 | 04:18 WIB
Dewi Astutik, aktor utama penyelundupan sabu 2 ton senilai Rp5 triliun yang ditangkap di Kamboja.
Dewi Astutik, aktor utama penyelundupan sabu 2 ton senilai Rp5 triliun yang ditangkap di Kamboja.

RADARSOLO.COM – Dewi Astutik alias PA alias Mami, 43, buronan kelas kakap Interpol, akhirnya diringkus di Kamboja setelah lama menjadi dalang di balik penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun.

Penangkapan ini dilakukan tim gabungan BNN RI bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dan berhasil menghentikan salah satu jaringan narkotika internasional paling berbahaya dari kawasan Golden Triangle.

Penangkapan di Kamboja

Operasi penangkapan berlangsung di wilayah Sihanoukville, Kamboja, tepatnya di lobi salah satu hotel pada 1 Desember 2025.

Dewi diketahui sedang bersama seorang laki-laki saat tim gabungan mengamankannya.

“Saat itu target berhasil diamankan ketika sedang bersama seorang laki-laki. Penangkapan berlangsung cepat tanpa ada perlawanan,” ungkap Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Saat ini, Dewi tengah diproses untuk pemulangan ke Indonesia guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Siapa Dewi Astutik?

Dewi Astutik berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.

Ia terakhir tinggal bersama suaminya di Sumber Agung, Desa Balong, Kecamatan Balong, Ponorogo pada 2009.

Namun, sosok ini dikenal lihai berkamuflase, dengan jejaknya yang kerap berpindah-pindah negara.

Menurut Misiyem, tetangga dekat Dewi, perempuan ini beberapa kali menjadi tenaga kerja wanita (TKW).

Dewi juga sempat bekerja di Taiwan, Hongkong, dan Kamboja.

Kemudian, pada Lebaran 2023, Dewi pamit kepada tetangganya itu hendak kembali ke Kamboja untuk bekerja.

“Liburnya cuma sebulan di rumah, terus berangkat lagi. Dia bilang di rumah nggak ada pekerjaan tetap,” ujar Misiyem.

Sementara itu, dalam sejumlah foto yang beredar, Dewi tampak kerap mengubah penampilan.

Ada foto yang memperlihatkan dirinya dengan rambut super pendek.

Ada juga foto dengan penampilan dia menggunakan kerudung dan kacamata, menunjukkan keahliannya dalam berkamuflase.

Kebiasaan Dewi alias PA alias Mami kerap berganti-ganti penampilan itu juga dibenarkan Masiyem.

Dia sendiri sering melihat Dewi mengubah gaya dan potongan rambut.

"Rambutnya pendek. Sering berubah-ubah," ucap dia.

Meski sempat tinggal di Sumber Agung, Dewi ternyata bukan warga resmi daerah tersebut.

Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan, mengungkap bahwa identitas yang digunakan kemungkinan palsu.

“Kalau alamatnya memang benar ada, tapi nama Dewi Astutik tidak pernah terdaftar sebagai warga kami,” jelas Gunawan.

 

Aktor Intelektual Jaringan Golden Triangle

Dewi Astutik alias Mami diketahui sebagai aktor intelektual dalam penyelundupan 2 ton sabu jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025.

Ia juga terlibat dalam beberapa kasus besar narkotika di tahun 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent.

“Berdasarkan analisa, ada dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi penyelundupan narkoba di Golden Triangle, salah satunya Freddy Pratama. Dewi Astutik merupakan salah satu pengendali utama distribusi narkotika internasional,” jelas Suyudi.

Jaringan yang dikendalikan Dewi bergerak dalam pengambilan dan distribusi berbagai jenis narkotika, termasuk sabu, kokain, dan ketamin, ke negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara.

“Dia merupakan aktor utama dari penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun dan kasus narkotika lainnya di Indonesia," papar Suyudi.

Dari penangkapan buronan Interpol kelas kakap ini, lanjut dia, diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari bahaya narkotika. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#jaringan narkotika internasional #penyelundupan sabu #gembong narkoba #ponorogo #bnn #Dewi astutik #mami #buronan interpol #kamboja #fredy pratama