Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kata TNI Usai Viral Korban Banjir di Tapanuli Punguti Beras Berceceran dari Airdrop Heli, Netizen: Ada Tali, Bubble Wrap, Parasut

Syahaamah Fikria • Jumat, 5 Desember 2025 | 04:44 WIB
Warga korban banjir di Tapanuli Tengah punguti beras yang berceceran lantaran kemasan pecah saat dijatuhkan dari helikopter TNI.
Warga korban banjir di Tapanuli Tengah punguti beras yang berceceran lantaran kemasan pecah saat dijatuhkan dari helikopter TNI.

RADARSOLO.COM – Distribusi bantuan untuk korban banjir dan longsor di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara melalui udara (airdrop) jadi viral dan picu kritik lantaran beras kemasan yang dijatuhkan dari helikopter justru pecah dan berceceran.

Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @bkmedan, warga terlihat sibuk memunguti butiran beras yang berceceran di tanah setelah bantuan dijatuhkan dari helikopter milik TNI.

Video itu memperlihatkan karung bantuan yang robek saat dijatuhkan dari udara.

Sejumlah warga bahkan hanya memegang karung kemasan yang sudah kosong, sementara berasnya berserakan bercampur tanah.

Fenomena ini membuat publik mempertanyakan cara penyaluran logistik tersebut, yang dinilai tidak efektif dan justru merugikan korban bencana.

Kolom komentar pada unggahan itu dipenuhi keluhan dan kritik.

Banyak netizen mempertanyakan mengapa paket bantuan tidak diamankan dengan tali, bubble wrap, atau parasut sederhana untuk mencegah kerusakan saat dijatuhkan.

"Gak ada niatnyaaa di ikat paket tali lalu diturunin gitu ? astagaaaa," komen @dwi*****.

"Ada teknologi yg namanya tali, atau minimal bublewrap," tulis @sul*****.

"Niat bantu opo gak sih," ucap @yun******.

"Kan ada yg namanya “PARASUT” bukan dilempar gitu," tulis @adi******.

 


Penjelasan Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto akhirnya menanggapi video viral tersebut.

Ia mengatakan kondisi lapangan membuat heli tidak memungkinkan untuk mendarat.

“Ketika helikopter mau mendarat, ada kabel yang membahayakan. Jadi diputuskan oleh pilot agar barang itu tetap di-drop,” kata Agus.

Menurut Agus, keputusan menjatuhkan bantuan diambil agar logistik tetap sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

“Daripada dibawa kembali ke pangkalan udara, lebih baik di-drop dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menambahkan bahwa penjatuhan bantuan dilakukan karena situasi darurat dan kebutuhan warga sangat mendesak.

“Kondisinya memang heli tidak bisa mendarat. Karena bantuan harus diberikan, kami coba untuk dilempar. Setelah ada karung yang pecah, kami evaluasi lagi. Sekarang kami berupaya agar tidak terjadi lagi,” ujar Maruli.

Ia menegaskan, keamanan personel dan peralatan tetap menjadi prioritas, namun evaluasi terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

Metode Airdrop Akan Diperbaiki

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah memastikan bahwa pihaknya kini mengevaluasi ulang metode airdrop agar lebih aman dan tepat sasaran.

“Yang pasti, proses pengiriman bantuan akan kami evaluasi agar semuanya aman dan tersampaikan dengan baik. Masyarakat aman, prajurit aman, alutsista juga aman,” kata Freddy. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#tni #viral #beras #bantuan #banjir sumatera #berceceran #airdrop #korban banjir #helikopter