Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Teks Khutbah Jumat 5 Desember 2025: Keteladanan Sabar Saat Menghadapi Bencana

Nur Pramudito • Jumat, 5 Desember 2025 | 14:31 WIB
Teks Khutbah Jumat 5 Desember 2025 bertema tabah menghadapi bencana, lengkap untuk khotib sebagai panduan ceramah dan penguatan iman.
Teks Khutbah Jumat 5 Desember 2025 bertema tabah menghadapi bencana, lengkap untuk khotib sebagai panduan ceramah dan penguatan iman.

RADARSOLO.COM - Teks Khutbah Jumat pada 5 Desember 2025 dapat mengambil tema "Tabah Menghadapi Bencana" sebagai renungan bersama, terutama setelah munculnya berbagai musibah alam di Indonesia pada akhir November lalu.

Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera menjadi pengingat bahwa manusia harus selalu siap menghadapi ujian hidup sekaligus menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Bagi para khotib yang sedang mencari referensi, berikut ini tersedia teks khutbah yang dapat dijadikan contoh penyampaian.

Materi ini disusun agar memudahkan khotib dalam membawakan pesan keislaman secara runtut dan menyentuh hati para jemaah.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 28 November 2025: Hikmah Musibah danMenguatkan Iman dan Menjaga Kesabaran Saat Bencana Melanda

Salat Jumat merupakan ibadah wajib bagi kaum muslim laki-laki yang telah baligh, dan pelaksanaannya dilakukan secara berjamaah di masjid.

Di dalam rangkaian ibadah tersebut, terdapat dua khutbah yang wajib didengarkan oleh para jemaah.

Penyampai khutbah disebut khotib, yang biasanya memanfaatkan teks khutbah sebagai pedoman agar materi dapat tersampaikan secara jelas dan tertata.

Pada Khutbah Jumat 5 Desember 2025, tema ketabahan menghadapi bencana menjadi relevan tidak hanya bagi mereka yang terdampak langsung, tetapi juga seluruh umat Islam.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 21 November 2025: Pentingnya Manajemen Waktu Menyambut Jumadil Akhir

Musibah ekologis yang terjadi merupakan pelajaran penting tentang pentingnya memperbaiki perilaku terhadap alam sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan.

Melalui Teks Khutbah Jumat 5 Desember 2025 ini, para jemaah diajak merenungkan bagaimana seorang muslim seharusnya memperkuat sabar, tawakal, dan ikhtiar dalam menghadapi cobaan hidup.

Selain itu, khutbah ini juga menjadi ajakan untuk menjaga bumi sebagai amanah Allah, serta menumbuhkan empati terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah.

Teks Khutbah Jumat 5 Desember 2025

 

Khotbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰه، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَمَّا بَعْدُ

، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧) (البقرة: ١٥٥-١٥٧)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Dalam beberapa ayat tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar. Mereka diberi kabar gembira akan mendapatkan shalawat dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Shalawat yang dimaksud adalah rahmat (kasih sayang) yang disertai dengan kemuliaan derajat dan keagungan (ta’zhim) dari Allah Ta’ala. Rahmat tersebut adalah rahmat yang khusus, bukan sekadar rahmat.

Rahmat Allah terbagi menjadi dua: rahmat umum dan rahmat khusus. Rahmat yang sifatnya umum diberikan oleh Allah di dunia ini tidak hanya kepada orang-orang yang mukmin, tapi juga diberikan kepada siapa pun.

Semua manusia, mukmin atau pun kafir, orang yang taat maupun pelaku maksiat, di dunia semuanya mendapatkan rahmat Allah yang umum. Di antaranya, yakni kesehatan, kekayaan, nikmat bernapas dan menghirup udara segar serta nikmat-nikmat duniawi lainnya.

Hal-hal tersebut merupakan rahmat Allah yang diberikan secara umum kepada semua makhluk-Nya tanpa memandang agama dan keyakinannya, tanpa memandang akhlak dan perilakunya.

Adapun rahmat yang khusus adalah rahmat yang disertai dengan kemuliaan derajat dan keagungan, tidaklah Allah anugerahkan di dunia ini kecuali kepada orang-orang yang beriman, bersabar, dan ridha terhadap segala apa yang Allah takdirkan kepada mereka. Jadi, syarat pertama dan paling utama untuk mendapatkan rahmat khusus itu adalah iman, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kaum muslimim yang dirahmati Allah,

Dalam ayat tersebut, Allah menyebut kata “mushibah” dengan lafaz nakirah. Artinya, setiap musibah akan memberikan manfaat bagi seorang muslim jika dihadapi dengan sikap ridha dan sabar.

Musibah itu pasti akan mengangkat derajat dan menghapus dosanya. Sampai-sampai musibah yang sangat ringan sekali pun dan tidak dianggap sebagai musibah oleh kebanyakan orang, juga bermanfaat bagi seorang muslim.

Semakin besar dan semakin berat musibah yang Allah timpakan kepada seorang Muslim, semakin banyak manfaat yang dia peroleh. Juga, semakin banyak dosanya yang diampuni dan semakin tinggi derajatnya.

Bahkan, hal itu turut menjadi tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan pada dirinya. Sebagaimana sabda Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)

Maknanya: “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, maka Allah akan menimpakan musibah kepadanya” (HR al-Bukhari).

Oleh karena itu, semakin tinggi derajat seseorang maka semakin berat musibah yang Allah kenakan kepadanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ، يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَأَحْمَدُ وَابْنُ حِبَّانَ)

Maknanya: “Orang yang paling berat bala’ dan musibahnya adalah para nabi, lalu orang-orang yang berada di bawah derajat mereka lalu orang-orang yang berada di bawah derajat mereka, seseorang diuji dengan bala’ sesuai dengan kadar kekuatannya memegang teguh agama.” (HR at-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Hibban).

Khotbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Editor : Nur Pramudito
#bencana #5 Desember 2025 #Teks Khutbah #khutbah jumat #teks khutbah jumat 5 desember 2025 #jumatan