RADARSOLO.COM - Krisis air bersih jadi masalah utama di sejumlah wilayah Sumatera yang dilanda bencana banjir dan longsor.
Kondisi memilukan terjadi saat warga yang menjadi korban bencana bahkan terpaksa mengonsumsi air banjir lantaran tidak tersedianya air bersih.
Atas persoalan ini, TNI mengerahkan kendaraan khusus berteknologi reverse osmosis, yakni mobil penjernih air yang mampu mengubah air kotor dari kubangan banjir menjadi air siap minum dalam hitungan menit.
Kapuspen TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyebut bahwa alat tersebut sudah ditempatkan di beberapa titik banjir melalui satuan Zeni TNI Angkatan Darat.
Apa dan Bagaimana Cara Kerja Mobil Reverse Osmosis TNI?
Freddy menjelaskan bahwa mobil ini bukan sekadar tangki air biasa.
Di dalamnya terdapat mesin reverse osmosis water treatment, teknologi penyaring air tingkat tinggi yang mampu menghilangkan bakteri, garam, logam berat, hingga zat berbahaya lain yang terbawa arus banjir.
“Air-air kubangan, genangan banjir, atau bahkan air sungai yang keruh bisa diolah menjadi air siap minum. Bebas dari bakteri, garam, logam-logam berat dan zat yang mengganggu kesehatan,” ujar Freddy.
Air yang masuk ke mesin akan melewati tiga tahap penyaringan:
Filtrasi fisika: menyaring kotoran kasar seperti pasir dan lumpur.
Filtrasi kimia: menghilangkan zat kimia berbahaya.
Filtrasi biologis: membasmi bakteri dan mikroorganisme.
Setelah lolos dari tiga tahap itu, air masih diproses lagi dengan sinar UV antibakteri, memastikan air benar-benar higienis sebelum dikonsumsi.
Air Kubangan Jadi Air Minum Dingin, Panas, atau Normal
Keunikan mobil reverse osmosis milik TNI adalah hasil akhirnya tidak hanya menghasilkan air minum standar.
Air yang keluar sudah siap konsumsi dalam tiga pilihan suhu, yakni dingin, panas, atau normal.
Sehingga alat ini mengubah air yang tidak layak pakai menjadi layak konsumsi. Multifungsi dan sangat berguna di lokasi bencana.
Freddy sendiri tidak merinci jumlah unit yang diterjunkan.
Namun, dia memastikan mobil-mobil tersebut sudah ditempatkan di sejumlah lokasi terdampak banjir di Sumatera. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria